Wedharan moral spiritual penting untuk dihayati. Lakon wahyu lambang keberuntungan. Untuk abdi dalem yang tersebar di Jawa Tengah sangat penting. Dari Semarang, Kudus, Puwodadi, Pati, Blora, Kebumen, Cilacap, Magelang dan Banjarnegara. Kawasan subosuka wonosraten. Akronim dari Sukoharjo, Boyolali, Surakarta, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten. Wilayah ini pendukung utama Kraton Surakarta yang berdiri sejak tanggal 20 Pebruari 1745. Wahyu keprabon turun di dhusun Sala. Seni edi peni yang menyajikan rasa jati.
Wejangan hidup digelar dalam seni. Pentas lakon wahyu Cakraningrat berkaitan dengan suksesi politik. Sebetulnya paguyuban kawula Kraton Surakarta ini berdiri pada tahun 1931. Pada jaman Sinuwun Paku Buwana X Ingkang Minulya saha Wicaksana. Tiap tahun diperingati. Turut menyertai paguyuban putri narpa yang dipimpin oleh GKR Timur. Putri sulung Sinuwun Paku Buwana XIII ini kedhapuk pengageng keputren. Adegan keputren dalam pewayangan bisa mengambil dari serat candrarini. Kawanitan diajarkan buat keluhuran budi.
Tri prakawis, Guna kaya purun diterangkan dalan serat tripama. Penganugerahan serat kekancingan ini juga diberikan oleh KGPH Hangabehi. Putra mahkota Kraton Surakarta ini sembada wirotama. Sering rialat mahas ing ngasepi. Mesu budi ing Panggung Sangga Buwana. Manunggaling kawula gusti. Aspek spiritual memang utama.
Wulangan yang berguna untuk ketajaman hati. Ringgit purwa sedalu natas digelar. Peringatan ulang tahun atau ambal warsa Pakasa ke 92 boleh dibilang gancar lancar. Suguhan soto sedap segar adi mirasa. Kuwah melimpah duduh cocok dimakan sambil duduk lesehan. Sekedar obat lelah. Arak arakan yang bersamaan dengan car free day cukup menguras energi. Soto ayam dengan lauk tahu tempe lempeng cukup bisa memulihkan raos sayah. Segelas teh manis diunjuk bersama rekan pakasa antar daerah jelas lezat nikmat. Alunan gending talu begitu terasa sakral. Piwulang disampaikan dengan penuh perlambang.
Lambang itu selalu hadir dalam kearifan lokal. Sesaji lengkap tersedia dalam pagelaran wayang. Pawang hujan Kraton berdoa sejak pagi. Panuwunan terkabul. Pakasa yang dipimpin oleh KPH Dr Wirabhumi SH memiliki sesepuh supra natural yang sakti mandraguna. Langit biru terang benderang. Awan cleret bunder menghias angkasa raya. Angin sumilir. Sejuk. Panas berkurang. Suka gembira. Sama sama riang senang. Tokoh panakawan memberi hiburan segar. Kanggo sangu urip kang becik.
Wulang wuruk kearifan lokal. Pagelaran wayang cukup menghibur. GKR Wandansari pantas berbahagia. Pengageng Sasana Wilapa kersa nenggani ngestreni pasugatan warga Trenggalek dan Kediri. GKR Koes Indriyah yang pernah bertugas sebagai DPD RI paring pa nyengkuyung. Seniman jaran kepang makin girang. Pengayoman dari Kraton Surakarta tiap tahun mengundang untuk pentas. Berlangsung sampai pukul 17 menjelang petang. Sigrak dan gumyak. Perlu gambaran wewayangane ngaurip. Makna yang sangat dalam.
Alat tradisional mengandung kearifan. Wayang merupakan simbol kehidupan yang dinamis. Pada malam harinya dipentaskan wayang kulit. Lakon wahyu Cakraningrat. Menggambarkan suasana suksesi damai. Tontonan tuntunan dan tatanan berjalan beriringan. KRAT Edi Basuki Montro Hadinagoro dari Baturetno Wonogiri memberi panyandra. Kesenian merupakan sarana untuk menjalankan ilmu laku. Kebetulan abdi dalem yang pensiun mantri guru ini ahli pawukon dan petungan. Laboratorium yang dikelola terdapat gambar ragam wayang. Pitutur luhur makin sempulur.
Paham tradisional teruji di lapangan. Wahyu Cakraningrat sekaligus doa buat keselamatan buat negara Kesatuan Republik Indonesia. Masyarakat dari segala penjuru serba murah sandang pangan papan, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. Cita cita sosial masyarakat Jawa. Barangkali juga di seluruh kawasan nusantara.
Butir-butir kearifan lokal tersebar dari Sabang sampai Merauke. Lakon wahyu Cakraningrat begitu bermakna. Pemilik hajad mendapat legitimasi. Anugerah drajat pangkat semat mesti selamat. Sluman slumun Slamet. Kanugrahan diharap berlangsung turun temurun.
Perubahan sosial mesti terjadi. Rivalitas politik antara Samba, Lesmana dan Abimanyu. Samba dan Lesmana tidak kuat godaan. Abimanyu dengan tekat kuat bisa memperoleh wahyu Cakraningrat. Simbol bahwa gegayuhan perlu lelabuhan.
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Amanat itu masih cocok. Pepatah luhur itu selaras dengan pesan amanat lakon Wahyu Cakraningrat. Generasi muda memperoleh suri tauladan yang utama. Kearifan lokal untuk keperluan global.
Globalisasi dipermudah dengan hadirnya teknologi informasi. Kearifan lokal bisa membuat keseimbangan. Ekuilibrium antara makrokosmos dengan mikrokosmos. Jagat gumelar sinartan jagat gumulung.
