Mengenal dan memahami kawan yang berbeda adalah pintu masuk hidup berdampingan dan saling menjaga. Seperti yang kulakukan dalam memilih tempat kerja, memilih tempat tinggal dan memilih tema-tema bacaan dan karya yang menurutku lebih menggambarkan realitas sosial dan budaya bangsa ini. Aku bertetangga dengan saudaraku Kristiani dan Buddhis. Berteman dengan mereka yang “cacat” sosial dan moral karena tuntutan keadaan. Sedangkan cinta adalah perekatnya. Jujur saja aku tak selalu berteman hanya pada segolongan orang saja. Sesama pendidik, seagama, seasal tempat tinggal, atau seide. Keanekaragaman yang indah seumpama taman itulah selalu menginspirasiku menjaga kawan. Selain itu aku harus melawan diriku untuk menghindarinya. Itu saja.
Selamat Sehat Selalu
Oppungleladjingga
13 Desember 2023
