Menurut purnawirawan TNI yang sekarang ini menekuni usaha ice cream tersebut, beda pendapat ataupun beda pilihan sebagai wujud berjalannya demokrasi di negara ini. “Sebagai mantan tentara, kita harus melepaskan sumpah prajurit. Sebab saat ini kita sudah kembali ke tengah-tengah masyarakat sebagai warga sipil.
Beda pilihan itu hal wajar dalam berdemokrasi. Siapapun nanti yang akan terpilih, mereka adalah presiden bangsa Indonesia tanpa kecuali,” bebernya.
Joko dan Rohmad berkomitmen untuk saling menghargai hak politik masing-masing sekalipun beda dukungan. Yang terpenting mereka berdua mengajak kesemua lapisan masyarakat untuk sama-sama menjaga kedamaian dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
“Pemilu itu pesta demokrasi. Mari kita sambut dengan suka-cita. Jangan ada permusuhan karena beda pilihan. Siapapun nanti yang akan menang, mereka adalah Presiden dan Wakil Presiden pilihan rakyat,” tukasnya. (Red/yun).
