Hal tersebut menurut Sutikno ,Gibran dari awal sudah menguasai panggung. “Seseorang kalau panggung itu sudah dikuasai mau bahas apa saja tetep nyambung.
Sama dengan orang berpidato didepan massa, jika awalnya sudah demam panggung , materi bahasan pasti terganggu, itu rumus,,” jelas Sutikno.
Nah kemungkinan Cak Imin dan Profesor Mahfud justru yang grogi ketika berhadapan dengan Gibran yang sebelumnya dinarasikan plonga plongo, ditambah kasus asam sulfat yang viral dan sempat menyudutkan Gibran.
Yang pasti Effek Cerdas Gibran tadi malam , benar benar menjadi pujian publik dimana mana, bahkan di berbagai platform Media , viral dan trending (utamanya ) jebakan Gibran mengenai ekonomi yang berbasis islam (sariah) yang oleh Gibran disingkat SGIE.
Bukti Penampilan Gibran punya effek luas disuarakan beberapa anak muda yang ikut nobar Cawapres.
Sementara itu Dilla Sugiharyanto yang malam tadi ikut nobar bersama para senior, beberapa kali memberi tanda “Yes Gibran”. Ia mengatakan , sebagai generasi muda merasa bangga kepada Gibran yang mampu menunjukkan jati dirinya sebagai anak muda yang berprestasi .
” Tadi saya sempat deg degan, jangan jangan plonga plongo beneran, eh terbalik. Tidak sia sia anak muda jaman sekarang ya mas Gibran, I love you,” guraunya. (Red/yun).
