Yang justru menarik perhatian saya, kabupaten seperti Pacitan yang masih tampak adem ayem, kalau toh ramai baliho, cuma baliho caleg atau Pilpres. Sedang tokoh yang akan ikut Pilkada di Pacitan belum ada sama sekali,” jelas wartawan senior yang juga akrab disapa Gus Tik ini.
Padahal 3 tahun yang lalu, sambung dia, pilkada masih rentang waktu satu tahun, sudah banyak tokoh yang ancang- ancang ikut macong bupati. “Saya menduga Pilkada Pacitan Tahun 2024 sudah tidak menarik hingga sepi peminat,” tutur Gus Tik.
Tidak menariknya bursa Pilkada Pacitan ada beberapa hal yang perlu dicermati. Yang pertama, Bupati Indrata Nur Bayuaji dinilai masyarakat Pacitan saat ini masih terlalu kuat untuk dilawan.
Tokoh- tokoh yang ingin melawan atau maju masih berpikir dua kali jika melawan kubu Demokrat yang nota bene punya tradisi bisa mengusung calon lebih dari satu periode.
Kemudian Kabupaten Pacitan dan kota- kota yang menjadi basis konstituennya seolah sudah menjadi tradisi milik partai tertentu.
“Nah dari pembicaraan ini, yang Insyaa Allah sesuai tradisi dan fakta -fakta politik sebelumnya , maka Pilkada di Pacitan tahun 2024 bisa jadi Bupati Aji tidak ada lawan,” kata Gus Tik.
Memang di internal Partai Golkar Pacitan ada satu kader militannya, Gagarin, yang bisa bersaing dengan Mas Aji. “Tapi takut saya nasib Gagarin yang juga Wabub tersebut akan sama dengan pilkada tahun 2020 dimana Gagarin tidak direkom untuk berlaga ditingkatan Bupati.
Dan jika ini terjadi maka bisa saja Pilkada Pacitan akan suram politik, yang ujungnya menerapkan petahana lawan bumbung kosong. Pemilih Pacitan itu masih SBY banget, kemana arah SBY itulah yang diikuti, sekalipun tidak secara keseluruhan,” tegas dia. (Red/yun).
