Seperti Golkar dengan icon Gagarin misalnya. Meski tak lolos parliamentary threshold untuk mengusung pasangan calon, menurut Sunhaji, mereka masih punya kesempatan mencetak poros politik bersama PDI-P atau dengan PKB.
Demikian juga dengan PKS, PPP, NasDem dan Gerindra, yang hanya memperoleh satu atau dua kursi DPRD, mereka juga bisa putar haluan untuk bersekutu dengan PDI-P, Golkar dan PKB.
“Kalau prediksi ini benar terjadi, Demokrat akan mendapat lawan tanding yang cukup berat. Apalagi di tubuh PKB sendiri, ada kader baru yang juga sukses mendapat kursi parlemen, dan diisukan siap untuk maju di gelanggang Pilbup sebagai bakal calon wakil bupati,” ungkap pria yang dijuluki sebagai legend politik Pacitan itu.
Siapa kader dimaksud? Sunhaji sempat sebut nama, dia adalah Dodik Prahcoyo pemilik usaha Margono Farm yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat.
Baru coba-coba di dunia politik, sambungnya, namun ia mendapatkan hasil gemilang dengan dukungan suara mencapai 6.500’an lebih dan memuluskan jalannya menuju gedung parlemen di Pacitan.
“Kasak-kusuknya, beliau (Dodik Prahcoyo, Red) juga di backup full oleh salah satu perusahaan oto bus terkemuka tanah air untuk maju di Pilbup nanti. Nggak tanggung-tanggung, 50 miliar disiapkan untuk menghadapi pentas pemilihan bupati dan wakil bupati,” ungkap Sunhaji.
Wacana diatas bisa jadi akan menjadi kekuatan cukup besar, apabila disandingkan dengan Gagarin, sebagai bakal calon bupatinya.
Sunhaji juga menepis, jika seandainya Capres Prabowo Subianto akan ikut cawe-cawe di Pilbup Pacitan. Sekalipun sang Ketua Umum DPP Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ini masuk di Kabinet Indonesia Maju, pimpinan Presiden Jokowi.
“Nggak lah kalau Prabowo cawe-cawe di Pacitan. Partai Pak Wowo (Gerindra) terpuruk di Pileg lalu, hanya dapat satu kursi DPRD. Ya nggak ada untungnya turun ke Pacitan sekalipun di Pilpres mendapat suara terbanyak,” tandas Sunhaji. (Red/yun).
