PRABU BRAWIJAYA MUKSA DI GUNUNG LAWU

Dengan bercampurnya ketiga manik tersebut menghilangkan sifatnya, yaitu yang putih menjadi hilang putihnya, yang hitam hilang hitamnya, dan yang merah hilang merahnya. Selanjutnya warnanya berubah menjadi biru kehijau hijauan, dan disebut trimurti yang artinya: berkumpulnya tiga cahaya.

Trimurti merupakan bangsa luhur, sesungguhnya semacam cahaya, hidup tanpa suksma atau tanpa raga.

Tri Murti itu maksudnya hidup tetapi tidak ada yang menghidupi. Dalam bahasa Arab disebut Nur.

Oleh para sarjana dari disebut Ziel. Pada saat itu Trimurti bertempat di angkasa. Yaitu yang disebut Alam Antara. Sedangkan Alam Antara itu berada di tengah-tengah antara atas dan bawah, atau tengah-tengah antara utara dan selatan, timur dan barat.

Tengah

 

tengahnya itu jika dirunut ke bawah terus sekarang berada di atas bumi Mekkah. Ketika Trimurti berada di Alam-Antara, bernama Tripurusa yang artinya tiga anugerah. Disebut Tripurusa, sebab sudah berdiri tegak tidak berubah-ubah. Sehingga lama kelamaan semakin kokoh. Akhirnya mampu menarik unsur-unsur dari bumi.

Tirta Kamandanu.

Tiga Macam Benih utama. Adapun yang dimaksud dengan tiga macam benih, yaitu satu, putih. Benih yang berwarna putih berasal dari inti Tirta kamandanu, disebut Pramana artinya suci atau terang; dalam bahasa Arab disebut Roh rahmani. Dua, merah.

Benih yang berwarna merah itu berasal dari inti matahari, namanya Mulad, artinya nyala atau terang. Dalam bahasa Arab disebut Roh ilapi. Tiga, hitam. Benih yang berwarna hitam berasal dari inti angin, namanya Murti, artinya halus. Dalam bahasa Arab disebut Roh rabani.

 

Sedangkan ketiga macam benih itu bisa berwujud jika sudah dicampur menjadi satu atau menyatu. Namun jika masih sendiri-sendiri maka tidak mampu menjadi benih. Seperti keterangan di bawah ini.

1. Benih yang berwarna biru kehijauan, itu pertanda benih asli dari inti angin, ditambah beberapa benih dari inti Tirta kamandanu, ditambah beberapa benih dari inti matahari. Jika benih tersebut berhasil, kelak akan menghasilkan anak yang bodoh, guru manja, tetapi mempunyai keikhlasan yang langgeng.

2. Benih yang warnanya agak biru muda, tandanya benih asli dari inti angin, ditambah benih dari inti Tirtakamandanu atau benih dari inti matahari agak banyak. Jika benih tersebut berhasil, kelak jika menjadi anak mempunyai watak yang menerima apa adanya serta mempunyai hati welas asih.

3. Benih yang berwarna agak hijau itu masih inti angin, ditambah beberapa benih inti Tirta kamandanu, inti matahari agak banyak, itu sudah bisa disebut Trimurti, tetapi adonannya belum seimbang. Yang seperti itu kelak jika benih tersebut berhasil akan menjadi anak yang pandai dan baik budi, sabar, tidak suka bicara.

4. Benih yang berwarna hijau terang merupakan benih Trimurti : hilang warna putih, merah dan hitam, tinggal pramana yaitu yang disebut rupa sejati.

Kelak jika benihnya berhasil, akan menjadi anak yang baik budinya, memiliki rasa ikhlas, kesungguhan, utama, kuat, teliti, hati-hati dan pandai dalam hal kebudayaan.

5. Benih yang berwarna kuning cerah, masih termasuk inti Tri Murti, tetapi campuran dari inti matahari dan inti Tirta kamandanu agak kebanyakan. Hal itu dapat menyebabkan terciptanya Trimurti, seperti yang tersebut di atas.

Kelebihannya yaitu memiliki cipta wasesa. Yang disebut cipta wasesa yaitu tumbuhnya keinginan.

6. Benih yang berwarna merah menyala, itu pertanda inti matahari bercampur dengan inti angin dan inti Tirta kamandanu sedikit. Kelak jika benihnya berhasil, akan menjadi anak yang tajam pemikirannya dan sentosa.

7. Benih yang berwarna ungu, tandanya inti matahari bercampur dengan inti Tirta kamandanu sedikit dan lebih banyak inti anginnya.

Kelak jika menjadi anak akan memiliki sifat yang suka dengki, angkara murka serta mudah marah, tidak mudah percaya, licik, jahat dan tingkah lakunya buruk, tidak punya belas kasih, sering mendapat kesusahan. Biasanya hal itu menimbulkan dua macam penyakit. Jika raganya yang sakit, tidak akan sembuh; tetapi jika jiwanya yang sakit akan menjadi gila.

8. Benih yang berwarna merah muda, agak bercahaya, itu pertanda inti matahari bercampur dengan inti Tirta kamandanu secukupnya, inti anginnya lebih banyak.

Kelak jika menjadi anak, akan memiliki sifat yang tinggi cita-citanya, mudah marah, kurang berusaha. Hal ini bisa menimbulkan penyakit panas dan penglihatan berkurang.

Adapun menyebarnya benih tersebut di atas masuk dalam jaman Alam Tirtayoga. Sebab semuanya masih dalam bentuk cahaya. Bersinarnya cahaya tersebut tidak berbeda dengan nyalanya pramana. Sehingga bisa dikatakan araga suksma, “sarira Batara”. Jadi pada waktu itu belum ada sakit dan mati, belum memiliki tujuan dan kehendak. Semuanya serba keheningan saja.

Kudrat Wiradat

Berubahnya Kodrat Campuran alam.

Di atas sudah diterangkan tentang air laut yang setiap malam terkena udara dingin akan membeku. Jika siang terkena udara panas akan mencair. Akan tetapi mencairnya air laut itu diam seperti minyak.

Minyak tersebut lama kelamaan menggumpal namun masih lembek, kemudian menjadi tanah yang artinya lemas. Karena tanah yang masih lembek tersebut setiap hari mendapat tambahan, lama-lama menjadi tebal berwujud tanah yang selalu terkena angin dan panas matahari sehingga menjadi kering.

Di dasar bumi selalu mendapat tambahan minyak bumi.

Tanah menjadi kuat karena mendapat kekuatan dari tiga macam inti. Yaitu inti matahari panas, inti air dan inti angin. Ketiga macam inti tersebut menyatu dalam tanah untuk selamanya.

 

Dari penjelmaan ketiga inti tersebut menyebabkan tumbuhnya tanaman dan semacamnya. Setelah tanah ada tanamannya kemudian disebut bumi, yang artinya : tempat. Setelah kondisi bumi makin lama semakin tebal, maka masuknya ketiga inti tersebut tidak bisa sampai ke dasar bumi.

Karena ketiga inti tersebut masih tergolong inti kasar, artinya jika terkena daya dingin menggumpal. Jika terkena panas mencair. Mencairnya ketiga inti tersebut membuat inti halus mampu menembus ke dasar bumi. Memberi kekuatan pada tanaman yang sudah tumbuh di bumi atau hewan-hewan yang sudah diciptakan di atas bumi.

 

Adapun ketiga inti halus yang bisa menembus sampai ke dasar bumi menjadi minyak bumi dan kemudian bercampur dengan minyak bumi yang sudah ada di dalam.

 

Percampuran minyak bumi itu menjadi : batu batuan, emas, perak, timah, tembaga, besi, garam dan belerang. Delapan macam mineral tersebut jika terkena hawa/udara dingin akan menggumpal. Jika terkena udara panas dapat mengeluarkan udaranya karena mendapat campuran dari tiga intisari. Tetapi percampuran delapan hal tersebut sebenarnya masih kasar.

 

Asta Gina

 

Sehingga tidak bisa muncul ke permukaan sebab terhalang oleh bumi. Ke delapan macam mineral tersebut jika terkena udara dingin akan membeku, jika terkena udara panas akan mencair. Mencairnya udara tersebut menimbulkan inti hawa yang halus, sanggup menembus bumi sehingga bisa memberi kehidupan, yaitu yang dinamakan astagina.

 

Artinya delapan keadaan yang dianggap hidup. Sedangkan hawa yang masih tertinggal di dasar bumi membentuk lima perkara.

 

Prabu Brawijaya V memberi wangsit. Paku Buwana II berlaku khitmat. Agar mengerti sasmita hidup.

 

1. Pulung

 

yang berwarna biru agak kehijauan. Itu berasal dari cahaya bebatuan, emas dan tembaga.

 

Pulung tersebut kelak dapat menjadi sarana untuk menambah daya kehidupan. Jika ada manusia yang kejatuhan pulung, akan memiliki sifat belas kasih terhadap segala mahluk.

2. Wahyu.

Warnanya putih kekuningan. Itu berasal dari cahaya batuan, emas serta timah atau perak.

 

Wahyu tersebut kelak menjadi sarana untuk menambah daya kehidupan. Bagi yang kejatuhan wahyu akan memiliki sifat rela, ikhlas, dan sungguh-sungguh.

 

3. Handaru,

 

warnanya kuning kunyit. Itu berasal dari cahaya bebatuan, emas, besi dan perak.

 

Handaru juga menjadi sarana untuk menambah daya kehidupan.

 

4. Teluk braja.

 

Warnanya merah keunguan. Itu berasal dari cahaya tembaga, besi, timah dan belerang.

 

Teluk braja ini kelak juga bisa untuk menambah daya kehidupan. Bagi yang kejatuhan akan mempunyai sifat jahil dan kikir.

 

5. Guntur.

 

Warnanya ungu agak putih dadu. Itu berasal dari cahaya besi, tembaga, garam dan belerang.

 

Guntur ini kelak juga bisa memberi kehidupan. Adapun yang diikutinya akan memiliki sifat angkara murka.

Peguron Praba Kencana

 

Adapun terbentuknya emas, intan dan sebagainya, atau wahyu dan sebagainya, dijelaskan :

 

a. Emas, terbentuk dari keringat bulan bercampur dengan embun masuk ke dasar bumi.

 

b. Intan, terbentuk dari keringat bintang bercampur dengan embun masuk ke dasar bumi.

 

c. Bebatuan, terbentuk dari keringat angin bercampur dengan embun masuk ke dasar bumi.

 

d. Besi, terbentuk dari angin bercampur dengan batu masuk ke dasar bumi.

 

e. Timah, terbentuk dari angin bercampur batu dan debu masuk ke dasar bumi.

f. Belerang, terbentuk dari udara panas yang masuk ke dasar bumi.

g. Garam, terbentuk dari air laut yang menyusup dalam pasir.

Setelah kehidupan di bumi mulai ada, kemudian disebut jaman Tirtayoga.

Artinya hidup lestari. Pada jaman Tirtayoga tanaman yang tumbuh di bumi sudah beraneka ragam. Begitu pula dengan hewan-hewan dan serangga juga sudah ada. Karena merembesnya inti bumi semakin banyak, maka inti yang berada di atas bumi termasuk inti kasar.

Inti kasar dan halus tersebut jika terkena udara dingin akan membeku. Namun jika terkena udara panas akan mencair dan keluar uapnya.

 

Pada saat itu Ki Wangsadriya berhenti dalam bercerita lalu berkata kepada Jaka Lelana, katanya. “Nak, kiranya sampai di sini saja cerita tentang kehidupan. Sekedar untuk menambah pengetahuanmu.”

Jaka Wiyaga mengucapkan terima kasih, karena Kyai Wangsadriya sudah berkenan untuk menceritakan sesuatu yang belum pernah dia dengar. Oleh karena Jaka Wiyaga sudah berada di gunung Lawu selama tiga hari, maka diapun segera berpamitan kepada Kyai Wangsadriya untuk pulang.

Pulangnya Jaka Wiyaga melewati jalan yang sama dengan jalan saat mendaki, tetapi turunnya lebih sulit sebab jalannya harus tegak.

Setelah sampai di bawah langsung pulang tidak singgah dulu di rumah Ngabehi Kartasentana di Tara, Kali Blumbang. Sebab menurut kepercayaan, apabila ada orang yang pergi untuk ziarah kurang baik jika pulangnya harus singgah dulu bertamu. Ringkas cerita, Jaka Wiyaga sudah sampai di rumah, di pedepokan Jayengan Surakarta.

Beberapa hari kemudian Jaka Wiyaga pergi lagi untuk menemui gurunya yang bernama Kyai Karsadimeja di Pantaran. Sebab Jaka Wiyaga teringat, jika bulan Sura Kyai Karsadimeja biasa akan mengajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan kepada para muridnya. Ringkas cerita, Jaka Lelana sudah sampai di rumah gurunya.

E. Perbawa Prabu Brawijaya

Prabu Brawijaya V disertai penasihat setia, Sabdo Palon Noyo Genggong. Tapa brata dilakukan Prabu Brawijaya VII di puncak Gunung Lawu. Di tempat itu sudah banyak para siswa yang datang untuk mendengarkan wejangan wejangan demi keselamatan hidupnya. Setelah para siswa berkumpul, saat waktu telah beranjak malam Kyai Karsadimeja dengan dihadap para siswa bertempat di pendapa mulai memberikan pelajaran seperti di bawah ini.

 

Perubahan Alam dalam Hidup Manusia. Manusia hidup sejak lahir dari rahim ibu, setiap 8 tahun sifatnya akan mengalami perubahan. Maka dari itu, jika anak lahir sudah berumur 8 tahun kemudian diperingati, dengan mengadakan selamatan windunan.

 

Namun jika sudah dewasa, setiap umur 32 serta umur 64 tahun, diadakan selamatan tumbuk yuswa. Bagi orang yang mampu ketika memperingati tumbuk yuswa dibarengi dengan membuat selamatan dan mengundang sanak saudara serta teman temannya.

 

Sedangkan tumpeng yang dibuat jumlahnya sama dengan umurnya. Namun yang besar cukup satu lainnya cukup kecil kecil saja.

Alam Kanuragan.

Kawruh kanuragan disampaikan oleh Prabu Brawijaya V kepada Paku Buwana II. Agar dalam memerintah Mataram selalu basuki lestari.

 

Adapun perubahan sifat di sini disebut dengan perubahan “alam”, yang artinya perubahan pengalaman. Perincian tentang perubahan alam seperti tersebut di bawah ini :

 

1. Sejak bayi hingga berusia 8 tahun, memasuki alam Rinaja Putra : artinya sifatnya kemratu-ratu. Maksudnya keinginannya harus dituruti, ketika mengasuh harus menyesuaikan dengan keinginannya, tidak bisa ditolak dan dikekang.

 

Anak pada usia ini biasanya belum mengetahui sudah atau tidaknya orang tua dalam memenuhi kebutuhannya. Yang diketahui hanyalah keinginannya harus tercapai. Jika ingin makan apa saja harus tersedia, mudah marah, mudah menangis.

 

2. Mulai usia 8 hingga 16 tahun, memasuki alam suka karya : artinya mulai suka mengerjakan suatu pekerjaan.

 

Maksudnya sudah mau jika disuruh, membersihkan rumah, membantu memasak, meskipun belum rutin, sekolah juga termasuk dalam bekerja.

 

3. Pada usia 16 hingga 24 tahun, memasuki alam suka busana dan alam suka wanita. Maksudnya anak anak pada usia ini mulai suka berdandan dan mengenakan sesuatu yang serba indah.

 

Jika sedang berbincang dengan teman-teman sebayanya, pembicaraannya mengenai sesuatu yang indah atau dalam berpenampilan. Pada usia ini, laki laki maupun perempuan biasanya senang membicarakan lawan jenisnya.

 

Pada jaman dahulu pada usia ini mereka senang mencari pengetahuan tentang pengasihan atau ilmu kesaktian.

 

4. Pada usia 24 hingga 40 tahun memasuki alam suka pangreksa. Maksudnya senang menjaga keselamatan anak dan istri

Pada jaman dahulu umumnya usia 24 hingga 40 tahun senang mencari ilmu tentang obat-obatan dan syaratnya orang berumah tangga demi keselamatan keluarganya.

5. Usia 40 tahun ke atas memasuki alam suka pralaya. Maksudnya orang-orang pada usia ini suka mencari pengetahuan yang berhubungan dengan kebatinan.

Setiap kali berbincang-bincang pasti membicarakan masalah kebatinan. Oleh sebab itu dalam memenuhi kebutuhan duniawi sudah mulai berkurang.

Manunggaling Kawula Gusti

Sebelum mengetahui apa yang disebut dengan manunggaling kawula Gusti, harus mencari dahulu mana yang disebut kawula dan mana yang disebut Gusti.

Oleh sebab itu, untuk dapat mengetahuinya, akan diambilkan dari cerita para orang tua. Jelasnya seperti tersebut di bawah ini.

Dalam cerita ini dijelaskan, bahwa berkumpulnya ketiga inti yang ditempati wahyu kehidupan, adalah intisari air, matahari dan angin. Adapun air, api, angin selanjutnya disebut Trimurti yaitu hidup. Dalam bahasa Arab disebut Nur, dalam bahasa Belanda disebut Ziel. Masyarakat pada umumnya menyebutnya jiwa yang artinya benih yang berasal dari tiga kekuatan inti Tri murti, jiwa inilah yang dinamakan Gusti.

Setelah Tribmurti bertempat di alam + antara, yaitu berada ditengah tengah jagad, yaitu di atas bumi dan di bawah langit, di situ kemudian disebut Tri Purusa.

Artinya wahyu kehidupan yang sentosa, dan tidak akan berubah ubah. Karena mendapat tambahan sinar matahari, inti air dan inti angin. Begitulah ajaran Prabu Brawijaya raja Majapahit.

Gunung Lawu sebagai tempat muksa Prabu Brawijaya. Maka selalu tampak mistis berwibawa. Tiap tahun untuk tapa brata.

BAGIKAN KE :