“Saat ini kita lagi jadwalkan untuk pelantikan, kemudian selanjutnya kita akan menggelar suatu aksi kultur budaya untuk seluruh NTT yakni akan melakukan pameran dan rencananya akan dilaksanakan di Kabupaten Kupang,” ucap perempuan yang akrab disapa Bunda Yupe itu.
Selain itu, Bunda Yupe menjelaskan bahwa selama ini PFIB juga telah melakukan aksi sosial di NTT.
“Seperti peristiwa kemarin di Jakarta ada yang meninggal, itu dibawa pulang ke sini dan kami di sini jemput mayatnya di bandara kemudian kami serahkan kepada keluarga. Jadi segala biaya dan lain-lain ditanggung oleh PFIB,” jelasnya.
Lanjut Yupe Dima, hal lainnya yang kita bantu itu misalnya kalau ada keluarga kita di NTT yang belum punya tempat tinggal, nah anak-anak kita di luar NTT dan punya semangat yang kuat jadi melihat keadaan itu, mereka akan saling mendukung untuk membantu memperbaiki atau merehab fasilitas rumah.
“Jadi kita tulus membantu, dan kegiatan-kegiatan sosial itu yang paling kita prioritaskan di PFIB,” imbuh Bunda Yupe.
“Kemudian anggaran itu kita prinsipnya dari kita untuk kita jadi dari anak-anak kita yang ada di luar daerah untuk membantu kita sesama orang NTT,” pungkasnya.