Merebut Kemenangan Pilgubsu 2024 Lewat Duet PDIP dan PKS

4. Sukur Nababan (Anggota DPR RI/Ketua DPP PDIP dengan Soetarto (Ketua DPRDSU/ Sekretaris DPD PDIP Sumut).

5. Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (Gubernur DKI Jakarta 2012-2017/Kader PDIP) berpasangan dengan Darma Wijaya (Bupati Sergai/Ketua DPC PDIP Sergai)

Satu-satunya kerjasama politik antarparpol yang paling strategis dan paling solid, sekaligus paling dahsyat adalah kerjasama politik PDIP dan PKS. Kelompok orde baru adalah pihak yang selalu berusaha mengempang koalisi PDIP dan PKS sebagai partai yang memiliki basis konstituen yang kuat, jaringan struktur partai yang solid, dan kader yang digerakkan oleh ideologi partai.

Kerjasama politik kedua partai pasti akan menjadi energi baru buat dinamika politik nasional. Maka akan kita rintis kerjasama politik Sumatera Utara antara PDIP dan PKS. Rapidin Simbolon (Bupati Samosir 2015-2020/Ketua DPD PDIP Sumut/Caleg terpilih DPR RI 2024) berpasangan dengan Salman Alfarisi (eks Wakil Ketua DPRDSU, MPW PKS Sumut/Caleg DPRD Sumut terpilih 2024). Pasangan ini diberi akronim (RaSa).

Kerjasama politik PDIP dan PKS akan mendorong terciptanya tatanan politik baru, akan terjadi pertarungan politik parpol yang ideologis versus parpol pragmatis, oportunis. RaSa akan memberi “rasa” yang berbeda pada Pilgubsu 2024. Pasangan RaSa akan menegaskan potret Sumut sebagai miniatur politik Indonesia yang selalu dibangun atas kerjasama politik kutub nasionalis dan kutub Islam. PDIP sebagai satu satunya partai nasionalis bekerjasama dengan PKS sebagai partai berbasis Islam yang kuat dan solid. ***

Penulis: Sutrisno Pangaribuan, Kader PDIP.

BAGIKAN KE :