Pacitan,Liputan 68.com- Rindu suasana tempo dulu, disaat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah/Tahun 2024.
Setidaknya begitulah suara lirih dari salah seorang warga masyarakat, Supono, saat bertandang ke posko media, Timur Pendopo Pemkab Pacitan.
Menurut pria sepuh yang akrab disapa Mbah Pono ini, dulu dimasa pemerintahan Bupati Indartato, ia bersama rekan sesama pengayuh becak selalu mendapatkan undangan buka bersama di pendopo.
Namun sekarang, suasana yang sempat berlangsung sekitar15 tahun silam tersebut seakan sirna. “Dulu sewaktu Pak In (Indartato, Red) masih menjabat sebagai bupati, saya dan rekan-rekan pengayuh becak selalu mendapatkan undangan untuk buka bersama di pendopo.
Selain itu sama Pak In juga diberikan bingkisan dan amplop berisikan uang 100 ribu,” kenang Mbah Pono, saat berbincang hangat dengan wartawan, Rabu (27/3).
Kenangan yang paling berkesan, lanjut dia, ada salah seorang pengayuh becak yang saat di undang bupati buka bersama, namun yang bersangkutan sudah pindah keluar kota. Sebab yang bersangkutan memang berasal dari Semarang, Jawa Tengah.
“Akhirnya undangan itu saya berikan ke Mbah Sri, pemilik warung makan yang saat itu berada di depan UPT Rumah Pintar. Eman-eman kalau nggak diambil bingkisannya,” ujar Mbah Pono menceritakan kenangan, saat rame-rame bersama para tukang becak di Pacitan, buka bersama Bupati Indartato kala itu.
Menurutnya, keakraban seorang pemimpin dengan rakyat jelata terjalin sangat kuat. Dan peristiwa seperti itu terus berulang setiap tahun, saat bulan suci Ramadhan.
