Ketua Perbarindo Bali Ketut Komplit Sampaikan Tantangan Bisnis BPR-BPRS di Bali

Data Desember 2023, kinerja dari 132 BPR-BPRS anggota menunjukan kinerja baik, pertumbuhan asset mencapai 7,8% yoy sebesar Rp 20,6 trilyun. Penyaluran kredit atau pembiayaan mencapai Rp 13,06 trilyun, tumbuh 6,4% yoy, fungsi intermediasi berjalan baik, penghimpunan dana pihak ketiga mencapai Rp 16,2 trilyun, tumbuh 12,2% yoy dengan jumlah nasabah 739 ribu dengan jumlah penyerapan tenaga kerja mencapai 5.469 orang.

Pada periode yang sama, indusri BPR-BPRS di Bali menyediakan ruang kepada masyarakat untuk berkarier di BPR dengan tersedianyanya lowongan kerja untuk 485 orang untuk mengisi unit kerja bisnis, teknologi informasi, Internal audit, akuntansi dan lainnya.

Adanya berita pada minggu pertama April 2024, saat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha BPR BAA, terhadap kejadian ini, Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit, S.H., menjelaskan, hal tersebut tidak diharapkan sama sekali. “Apalagi, BPR-BPRS di Bali sedang berupaya bersama memulihkan kondisi pasca Covid-19,” terangnya.

Ketut Komplit menambahkan, tantangan bisnis BPR-BPRS, baik secara kolektif berjuang bersama melalui asosiasi Perbarindo, secara individu BPR-BPRS melakukan evaluasi secara mandiri untuk melihat tata kelola, manajemen risiko, prinsip kehati-hatian dan integritas.

Oleh karena itu, Perbarindo berharap, masyarakat tetap percaya sama BPR-BPRS, karena Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) menjamin simpanan di BPR-BPRS sesuai dengan ketentuan LPS.

“Kejadian diatas menjadi alarm bagi semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan fungsi, peran dan tanggung jawab sehingga kedepan tidak ada lagi BPR-BPRS di Bali yang ditutup oleh OJK,” pungkasnya. (red).

BAGIKAN KE :