Lebih lanjut dijelaskannnya, seperti tadi dalam penyalaan lilin lima warna melambangkan berbagai suku dan etnis, jadi bahwa keberagaman itu sebuah keniscayaan dalam mepertahankan persatuan dan perdamain.
“Dari keberagaman itu mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” tutur Indra.
Indra menjelaskan, dalam perayaan Dharmasanti Waisak ini bukan hanya sekedar suka cita, tetapi lebih mempererat hubungan antara internal umat Buddha, umat Buddha dengan umat beragama lainnya dan hubungan umat Buddha dengan pemerintah.
Sementara itu, Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake, SH, MDC yang diwakili Asisten I Setda NTT, Dra. Bernadeta Usboko mengajak umat Buddha di Provinsi NTT untuk terus menjaga dan melestarikan keberagaman dan toleransi.
“Tetap menjalankan kehidupan bersama dengan penuh rasa persaudaraan dan harmonis di Nusa Tinggi Toleransi ini,” ucapnya.
“Kesadaran dalam menularkan cinta kasih menjadi landasan dalam mewujudkan kesejahteraan,” tutur Bernadeta.
Untuk diketahui, dalam memperingati perayaan Waisak ini terdapat berbagai kegiatan sosial yang dilakukan umat Buddha di NTT, diantaranya ; apel penghormatan dan tabur bunga di taman makam Pahlawan juga bakti sosial donor darah. ***