Semua Tentang Kita 2045: Emas atau Cemas?

Yayasan PIKUL bekerjasama dengan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menyelenggarakan Talkshow

NTT, Liputan68.com- Yayasan PIKUL bekerjasama dengan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menyelenggarakan Talkshow yang bertajuk “Semua Tentang Kita 2045: Emas atau Cemas?” berlangsung di aula Gedung Rektorat Universitas Widya Mandira Kupang pada Sabtu (22/6/2024).

Talkshow yang dikuti Mahasiswa dan Mahasiswi Unwira dan CSO ini, menghadirkan narasumber antara lain: akademisi, pemerintah dan organisasi masyarakat sipil (CSO) membahas Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2025-2045. Dan dimoderatori oleh George Hormat Kulas.

Direktur Eksekutif Yayasan PIKUL, Torry Kuswardono menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan, Pertama, Mendapatkan pandangan bersama dari lintas sektor/CSO terkait dengan penyusunan RPJPD NTT.

Kedua, Memberikan rekomendasi dan rencana strategis bagi RPJPD Provinsi NTT, dan Ketiga, Melibatkan para aktor (Akademisi, Pemerintah, Media, Orang Muda, CSO) dalam diskusi terkait RPJPD.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah atau RPJPD pada dasarnya merupakan penjabaran dari visi, misi, arah kebijakan, dan sasaran pokok pembangunan Daerah jangka
panjang yang disusun dengan berpedoman pada RPJPN dan RTRW.

Sebagaimana disebutkan pada Pasal 12 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017. Demi mencapai tujuan pembangunan, penyusunan perencanaan pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara pemerintahan di Pusat maupun daerah semestinya melibatkan masyarakat dengan mendorong partisipasi masyarakat termasuk partisipasi orang muda sebagai warga negara dan subjek pembangunan.

Dikatakan Torry Kuswardono, pelibatan orang muda dalam proses pembuatan kebijakan sangat dibutuhkan sebab orang muda adalah salah satu elemen penting dalam dinamika politik suatu negara. Pada tahun 2045 orang muda lah yang akan lebih banyak berperan dalam kehidupan
bernegara.

“Keterlibatan mereka dalam proses politik memiliki implikasi yang signifikan terhadap perkembangan demokrasi, pembangunan sosial-politik, dan transformasi masyarakat secara keseluruhan,” ujar Torry Kuswardono.

RPJPD menjadi dokumen perencanaan pembangunan makro yang memuat visi, misi, dan arah pembangunan suatu daerah untuk jangka waktu 20 tahun.

Namun sayangnya, proses penyusunan RPJPD selama ini kurang melibatkan partisipasi masyarakat umum, orang muda dan kelompok lintas sektor. Padahal RPJPD sebagai suatu dokumen dengan visi jangka panjang, mestinya turut merangkum realita problem dan temuan aktual di lapangan.

“Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini bagi mahasiswa sama dengan lagu indonesia raya yang telah kita nyanyikan tadi.. S’lamatlah rakyatnya, S’lamatlah putranya, Pulaunya, lautnya, semuanya hingga 20 tahun ke depan pembangunan di NTT akan mengusung tema “FLOBAMORATA Mandiri, Maju, dan Berkelanjutan guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045,

Dalam hal inilah pentingnya pelibatan masyarakat sipil, para akademisi, dan pers media guna memberikan pandangan bersama bagi RPJPD Provinsi NTT,” harapnya.

BAGIKAN KE :