Rokok Menjadi Penyumbang Terbesar Kasus Penyakit PPOK, Dan Pencetus Kematian Ke Tiga Di Dunia

“Dinas Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) sebagai pencetus utama kematian ke 3 di dunia.

Secara global, PPOK diprediksi akan meningkat seiring berjalannya waktu, hal ini karena adanya paparan yang terus menerus terhadap faktor risiko PPOK dan populasi usia,” terang Royani, dalam siaran persnya, Ahad (30/6).

Berdasarkan data pasien PPOK di RSUD dr. Darsono Pacitan pada tahun 2022 s/d 2023, sambung dia, terjadi peningkatan baik pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap.

Kasus PPOK laki-laki meningkat dari 148 pada tahun 2022 menjadi 169 pada tahun 2023 atau meningkat 14,19 persen. “Sedangkan kasus PPOK perempuan meningkat dari 72 pada tahun 2022 menjadi 110 pada tahun 2023, atau meningkat 52,78 persen,” sebutnya.

Kasus PPOK menurut kelompok umur pada pasien laki-laki terlihat meningkat dimulai dari kelompok umur 25 tahun sampai dengan 65 tahun.

Sedangkan kelompok umur terbanyak kasus PPOK ada pada kelompok umur 65 tahun. “Pada pasien perempuan menurut kelompok umur dengan kasus tertinggi ada pada kelompok umur 45-64 tahun, kedua pada kelompok umur >65 tahun,” tandas Royani. (Red/yun).

BAGIKAN KE :