Mendorong Peningkatan Literasi dan Numerasi di Sumatera Utara

Kurikulum Merdeka telah mendukung guru melakukan asesmen diagnostik dan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan tiap murid. Buku-buku teks Kurikulum Merdeka juga memuat lebih banyak aktivitas yang dirancang mengasah daya nalar. Pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka tidak lagi berorientasi pada penyampaian materi, tapi mengasah kompetensi dan karakter murid.

Lantas bagaimana kondisi literasi numerasi di Provinsi Sumatera Utara? Berdasarkan monitoring kinerja capaian merdeka belajar daerah Semester I tahun 2024 di Provinsi Sumatera Utara, untuk sekolah dasar (SD), rata-rata skor literasi sebesar 53,63 (rentang 40,71 – 62,95) dan rata-rata skor numerasi sebesar 44,49 (rentang 37,35 – 54,27). Sementara itu, untuk sekolah menengah pertama (SMP), rata-rata skor literasi sebesar 63,10 (rentang 44,00 – 73,09) dan rata-rata skor numerasi sebesar 44,49 (rentang 46,32 – 65,90). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat literasi peserta didik untuk jenjang SD berada pada level sedang dan SMP pada level tinggi, sedangkan tingkat numerasi peserta didik untuk jenjang SD berada pada level rendah dan SMP pada level sedang.

Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Utara yang memiliki peran pembinaan dan pendampingan tentunya akan terus melakukan advokasi kepada pemerintah daerah khususnya dinas pendidikan yang ada di Provinsi Sumatera Utara termasuk ke seluruh pemangku kepentingan khususnya siswa, guru, dan orang tua peserta didik agar skor literasi dan numerasi dapat terus ditingkatkan.

Sejumlah agenda telah dilaksanakan untuk mengakselerasi peningkatan literasi dan numerasi diantaranya Pameran Bulan Merdeka Belajar pada tanggal 31 Mei – 2 Juni 2024, Festival Kurikulum Merdeka pada tanggal 3 – 5 Juli 2024, Rakor Program Peningkatan Literasi dan Numerasi pada tanggal 8 Juli 2024, Project Management Office secara kontinyu setiap dua bulan sekali, serta kegiatan lainnya yang menyentuh langsung ke satuan pendidikan.

Selain kegiatan tersebut, BPMP Provinsi Sumatera Utara juga melibatkan mitra pembangunan seperti Enuma Indonesia, Google Indonesia for Education, Tanoto Foundation, dan mitra pembangunan lainnya guna meningkatkan skor literasi dan numerasi melalui peningkatan angka partisipasi siswa khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar.

Meningkatkan skor literasi dan numerasi siswa tidaklah bisa instan, dibutuhkan upaya yang sistematis dalam melaksanakan program. Gerakan literasi sekolah (GLS) belumlah cukup untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan eksositem Pendidikan yang kuat melalui Gerakan Literasi Masyarakat, dan Gerakan Literasi Keluarga.*

BAGIKAN KE :