
NTT, Liputan68.com- Menjelang kontestasi Pilkada serentak tahun 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaunching pemetaan kerawanan pemilihan.
Kegiatan yang berdampak positif ini dilaksanakan pada Senin, (19/8/024) bertempat di Hotel Harper Kupang.
Pemetaan kerawanan ini sebagai wujud dari upaya Bawaslu dalam mengoptimalkan Pengawasan di Seluruh Tahapan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024 di Provinsi NTT.
Ketua Bawaslu Provinsi NTT, Nonato Da. P Sarmento, menjelaskan bahwa lounching pemetaan kerawanan Pilkada sebagai bagian daripada sistem peringatan terhadap beberapa potensi kerawanan yang terjadi.
“Potensi kerawanan pada tahapan maupun sub tahapan. Jadi seluruh hasil daripada kerawanan ini juga menjadi bagian dari publikasi Bawaslu Provinsi NTT kepada seluruh stakeholder maupun kepada seluruh masyarakat sehingga manjadi bahan pengawasan buat kita semua bahwa potensi kerawanan kita sangat penting,” ucap Nonato Sarmento.
“Dengan adanya pemetaan ini, kita dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama proses pemilihan. Harapan kami, pemilihan di tahun 2024 dapat berjalan dengan aman, damai, dan lancar,” ujarnya.
Ketua Bawaslu Provinsi NTT juga berharap
dengan adanya pemetaan ini, Bawaslu Kabupaten/Kota di NTT dapat memepersiapkan dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama proses pemilihan.
“Ketika pemetaan sudah kita laksanakan, maka dengan sendirinya kita sudah tahu pencegahannya seperti apa, mitigasinya seperti apa sehingga pemilihan di tahun 2024 dapat berjalan dengan aman, damai, dan lancar,” tutur Nonato Da. P Sarmento.
Sementara itu, Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Provinsi NTT, Amrunur Muh. Darwan mengatakan bahwa, pemeteaan kerawanan yang paling tinggi soal daftar pemilih.