Polres Taput Diduga Salah Tangkap, Efek Bentrok Antarpendukung di Pahae Jae

“Karena sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sekurang-kurangnya polisi sudah memiliki dua alat bukti terjadi tindak pidana, sehingga polisi berhak melakukan penetapan tersangka dan tindakan hukum segera mungkin dilakukan pemeriksaan baik melalui pemanggilan dan penangkapan,” ungkap dia.

Saat ini diakui Baringbing para tersangka masih dalam pemeriksaan. Soal apakah akan dilakukan penahanan atau tidak, ujar dia tunggu paling lama 24 jam sejak dilakukan penangkapan. Lebih lanjut saat ditanyakan bahwa salah satu tersangka yang ditetapkan Polres Taput disebut istrinya tidak berada di lokasi kejadian, Baringbing msngatakan bahwa tersangka bisa saja menyangkal.

“Tetapi fakta-fakta sudah ditemukan oleh penyidik. Tersangka tidak harus mengakui perbuatannya. Tetapi penyidik sudah memiliki minimal dua alat bukti. Kalau dibilang tidak ada di lokasi, itu hak dia menyangkal,” ujarnya.

Mengenai peran masing-masing terduga pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan, Baringbing belum dapat menjelaskan.

“Kita tunggu setelah para tersangka menjalani BAP sehingga dapat diketahui apa peran masing-masing. Kalau saat ini belum bisa karena tersangka masih menjalani proses pemeriksaan,” pungkasnya.

Kejadian bentrok antarpendukung tersebut, diketahui bermula saat iring-iringan mobil calon dan tim Cabup -Cawabup Taput, Satika Simamora – Sarlandy Hutabarat hendak pulang dari Kecamatan Simangumban menuju Sipoholon. Sesampainya di simpang Jalan Lintas Pahae usai turun dari Desa Dolok Sanggul, iring-iringan mobil rombongan paslon nomor urut 1 itu sudah ditunggu sejumlah orang dengan meneriaki yel-yel cabup-cawabup Taput nomor urut 2 ke arah pendukung Satika-Sarlandy. Situasi itu membuat cekcok dan keributan pun sempat terjadi. Beruntung keributan tersebut dapat dilerai dan rombongan paslon Satika-Sarlandy dan tim pun akhirnya berangkat pulang menuju Sipoholon.

Saat di perjalanan pulang, satu unit mobil branding Cabup-Cawabup Taput, JTP – Dens berusaha menyalip iring-iringan rombongan calon dan tim paslon 01. Menurut pihak pendukung 01 yang turut berada di dalam iring – iringan rombongan, empat orang yang berada di dalam mobil branding JTP – Dens menyalip dan mengeluarkan kata-kata provokasi dan kotor, sehingga bentrok antarpendukung itu pun tidak terelakkan. (*)

BAGIKAN KE :