Kedua, janji-janji kampanye perlu diwujudkan dalam skala prioritas pembangunan yang jelas, baik tahunan maupun jangka panjang. “Kondisi pembangunan fisik Kota Medan masih banyak yang perlu diselesaikan. Skala prioritas ini akan membantu fokus pada hal-hal yang paling mendesak,” ujar peminat kajian komunikasi digital, media dan budaya ini.
Ketiga, lanjut Dr Rozi di era kemajuan teknologi, nilai-nilai luhur, kebudayaan, dan kearifan lokal warga Medan perlu terus diperkuat.
“Ini bisa menjadi modal penting untuk membangun peradaban masa depan, bahkan menjadi daya tarik wisata bagi pelancong,” ujarnya.
Soliditas
Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan ini turut menekankan pentingnya soliditas antara kepala daerah dan wakil kepala daerah. Isu ‘pecah kongsi’ memang masalah klasik tapi tetap saja relevan dengan model demokrasi seperti ini.
“Seperti pesan para pendahulu, kepentingan warga Medan harus diutamakan di atas segala kepentingan pribadi atau golongan,” ungkapnya.
Masyarakat Kota Medan tentu berharap banyak pada kepemimpinan Rico dan Zakiyuddin antara lain janji-janji kampanye dapat direalisasikan, masalah-masalah kota seperti banjir, kemacetan, dan sampah dapat diatasi, serta kualitas pelayanan publik dapat ditingkatkan.
“Selamat atas pelantikan bapak Rico dan bapak Zakiyuddin. Amanah ini adalah kepercayaan besar dari masyarakat Kota Medan,” demikian Dr Fakhrur Rozi. (*)
