Prosesi Puncak Hari Jadi Pacitan Ke-280, Bupati Aji Luncurkan Buku Sejarah Pacitan dan Usulkan KH Abdul Hamid Dimyati Sebagai Pahlawan Nasional

“Semoga Pacitan paring kebaking keberkahan sangking gusti ingkang moho asih,” kata Bupati Indrata dengan bahasa Jawa.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Indrata menyampaikan dua hal utama seiring peringatan Hari Jadi Pacitan ke-280 Tahun 2025.

Yang pertama, kata bupati yaitu, peluncuran buku sejarah berdirinya Pacitan. “Saya sampaikan selamat pada tim yang telah menelusuri dan mengumpulkan sejarah Pacitan, sehingga bisa tercetak sebuah buku.

Dalam buku tersebut juga terdapat bukti prasasti jaman Mataram Kuno. Yang mana membuktikan kalau Pacitan itu sudah ada sejak jaman Keraton Mojopahit,” jelasnya.

Keponakan Presiden SBY ini berharap, semoga dengan terbitnya buku tentang sejarah Pacitan, akan bisa menjadi bacaan dan kasanah pengetahuan bagi semua kalangan. “Dan semoga bisa memiliki rasa ngandarbeni pada Pacitan,” tuturnya.

Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi beserta istri.

Untuk hal kedua yaitu diusulkannya seorang ulama besar dari Ponpes Tremas, Kecamatan Arjosari, KH Abdul Hamid Dimyati sebagai pahlawan nasional ke pemerintah pusat.

Piagam diterimakan kepada ahli waris dari Ponpes Tremas, KH Mu’ad Dimyati.

Dan juga penghargaan terhadap almarhum Soetrisno sebagai pengarang sesanti Toto Pramono Hargehing Projo yang merupakan simbol Kabupaten Pacitan. Piagam pengharagaan diterimakan kepada istri almarhum, Wawuk Soetrisno.

“Semoga Pacitan tansah tentrem ayem bahagio mulyo lahir batin,” ujar Bupati Indrata.

Sementara itu pada agenda prosesi puncak hari jadi Pacitan ke-280 juga dihadiri para bupati dari Kabupaten tetangga. Seperti Bupati Ponorogo, Trenggalek, Gunung Kidul, Wonosari, serta Bakorwil Madiun.

Tak ketinggalan, anggota DPRD Provinsi Jatim Indra Widya Agustina, yang merupakan kakak dari Bupati Indrata juga berkesempatan hadir. Pun, mantan Bupati Indartato juga hadir beserta istri. (Red/yun).

BAGIKAN KE :