Pacitan,Liputan 68.com- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pacitan sukses menggelar acara Sambung Rasa dan Do’a Bersama dalam rangka memperingati Dies Natalis GMNI yang ke-71.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung MUI Kabupaten Pacitan pada Minggu, 23 Maret 2025, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi, Kepala Bakesbangpol Pacitan, Munirul Ichwan, jajaran Persatuan Alumni GMNI Pacitan, serta barisan nasionalis Kabupaten Pacitan.
Dalam sambutannya, Ketua DPC GMNI Pacitan, Dela Prastisia, menekankan pentingnya rejuvenasi gerakan agar GMNI tetap relevan di tengah perubahan zaman. Namun, ia mengingatkan bahwa rejuvenasi ini tidak boleh sampai menghilangkan jati diri GMNI sebagai organisasi perjuangan.
“Rejuvenasi gerakan sangat penting dilakukan agar GMNI tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman. Namun, rejuvenasi ini tidak boleh sampai menghilangkan jati diri GMNI itu sendiri. Selain itu, pengkaderan yang serius, menjaga militansi, dan independensi gerakan juga menjadi sangat penting. Jangan sampai GMNI, yang selama ini dikenal sebagai kawah candradimuka gerakan, justru terkooptasi oleh kepentingan pragmatis,” tegas Dela.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Pacitan, Munirul Ichwan, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar GMNI dapat menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun Pacitan.
“GMNI diharapkan mampu menjadi mitra kritis dan mitra strategis pemerintah dalam memajukan Pacitan. Selain itu, saya berpesan kepada seluruh kader GMNI untuk senantiasa menjaga produktivitas, karena itu adalah roh utama dari sebuah organisasi,” ujar Munirul.
Senada dengan Munirul, Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi, menegaskan pentingnya konsistensi gerakan dalam GMNI. Ia juga mengingatkan agar kader-kader GMNI selalu berpegang teguh pada cita-cita Tri Sakti Bung Karno, terutama dalam aspek berdikari di bidang ekonomi.
