Mendiktisaintek Kunjungi Politeknik Negeri Kupang

“Kita ingin mengukur seberapa besar kontribusi kampus terhadap lingkungan sekitar, khususnya Kota Kupang dan Provinsi NTT. Inilah yang ingin kami bangun,” harap Menteri Brian.

Mendiktisaintek juga menyampaikan bahwa Kemendiktisaintek tengah membangun sistem mentorship antarkampus, di mana kampus-kampus besar, seperti di Jawa dapat bermitra dengan kampus di daerah untuk mengembangkan teknologi dan menyelesaikan permasalahan lokal.

Program seperti KIP Kuliah juga terus Ia dorong agar mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengakses pendidikan tinggi

“Tingginya kebutuhan akses, saya juga mendorong agar dibuat juga KIP Kuliah Daerah (KIP-KD) yang bisa didukung oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten. Hal ini, tentu akan memperluas jangkauan pendidikan tinggi ke seluruh lapisan masyarakat.

“Saya rasa Politeknik Negeri Kupang ini adalah contoh nyata semangat vokasi yang berdampak,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek mengapresiasi kepemimpinan Direktur PNK, dukungan legislatif, dan sinergi lintas sektor dari pemerintah daerah. Menteri Brian juga mengajak mahasiswa untuk tetap mengingat peran dosen dalam perjalanan mereka.

“Kampus juga merupakan ibu kandung kalian. Kalau sudah sukses, jangan lupa datang lagi ke kampus. Sapa Bapak Ibu Dosen yang telah membuat kalian berhasil. Sapa juga adik-adik di kampus agar turut berhasil seperti kalian nanti,” pesan Menteri Brian kepada ribuan mahasiswa/i yang hadir pada kesempatan tersebut.

Usai pelaksanaan Rapat Koordinasi bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTT dan kunjungan ke Politeknik Negeri Kupang yang didampingi oleh Wakil Gubernur NTT, Mendiktisaintek kemudian take off dari Kupang menuju Atambua untuk melanjutkan kunjungan melalui jalan darat dari Atambua ke Kabupaten TTU untuk mengunjungi Universitas Timor.

Dan pada Kamis (17/4) Mendiktisaintek melaksanakan kunjungan ke Universitas Nusa Cendana sebelum siangnya take off kembali ke Jakarta.

Melalui kunjungan ini diharapkan dapat menjadi momentum strategis untuk menyerap aspirasi secara langsung dari kampus di daerah, memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta merumuskan kebijakan pendidikan tinggi yang lebih partisipatif, responsif, dan berdampak nyata bagi masyarakat di wilayah 3T. ***

BAGIKAN KE :