Rangkaian kegiatan CCSCC yang digelar sepanjang 3 tahun hingga 2026 yang akan datang, berada di bawah program Rural Youth Climate Action Movement (RYCAM) merupakan Gerakan Aksi Iklim Pemuda Pedesaan untuk Pertanian Keren di Indonesia adalah program kerja sama antara Non Goverment Organization (NGO) Indonesia dan para pihak di internasional, seperti The Centre for Rural Development (SLE) Humboltd University of Berlin, Germany, Motivator Pembangunan Masyarakat (MPM), dan Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI) yang tergabung di dalam Indonesia Climate Change Aliance (ICCA) yang melibatkan siswa dalam kegiatan School Challenge untuk berperan aktif dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Pada wilayah barat Indonesia, program ini bekerja sama dengan Yayasan BITRA Indonesia sebagai anggota ICCA.
Program RYCAM ini mengajak Generasi Muda (Gen Z dan milenium) untuk berperan dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Salah satu kegiatan adalah kompetisi antar sekolah (School Challenge) atau CCSCC untuk menjawab tantangan perubahan iklim, dengan tujuan mengurangi emisi GRK dari sektor pertanian dan kehutanan (AFOLU), meningkatkan hasil pertanian keluarga dan memperkuat ketahanan pangan dengan praktik pertanian nol emisi. Tujuan bagi siswa dan kaum muda adalah meningkatkan kesadaran generasi muda tentang aksi iklim, mendorong partisipasi sekolah dalam isu-isu lingkungan, meningkatkan kreativitas, aktivitas dan aksi siswa dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan menambah pengalaman generasi muda dalam bidang lingkungan.
“Implementasi program atau proyek kecil ini merupakan tahap berikutnya atau tahap 2 dari 4 tahap dari rangkaian kontes, dimana implementasi akan dinilai dan dari 2 tim pemenang dari sekolah, 1 tim akan memenangkannya dan turut diundang ke tingkat nasional dalam acara Indonesian for Climate Change Youth Conference/Konferensi Pemuda Indonesia untuk Mengatasi Perubahan Iklim yang rencananya akan digelar di Bali.” Kata Iswan Kaputra, Wakil Direktur BITRA Indonesia yang dalam kontes ini menjabat sebagai Ketua Panitia Wilayah Sumut. “Hasil dari Bali, sedikitnya akan dipilih 2 orang pemuda untuk mewakili Indonesia dalam World Youth Climate Change Conference yang akan diselenggarakan tahun 2026 yang akan datang.” Pungkasnya.
(LP-01)
