Dongkrak Kunjungan Wisata, Dinas Pariwisata Pacitan Berencana Gelar Pameran dan Kontes Batu Akik

Pacitan,Liputan 68.com- Hampir di dua dekade, euforia batu akik yang awalnya sempat membumi, sekarang terus meredup bahkan nyaris padam.

Pendaran-pendaran warna dari kilauan batu mulia khas Pacitan yang dulunya menjadi perhiasan terindah di jari manis, kini semakin langka.

Banyak orang beralih ke asesoris lain, tanpa hiasan batu akik. Padahal sejatinya, batu akik khas Pacitan yang moncer dengan Red Baronnya, masih banyak diburu para kolektor nasional bahkan dunia.

Karena itulah, tak salah jika Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan, Turmudi berencana menggeliatkan kembali kerajinan batu akik khas dari bumi kelahiran Presiden SBY, ditengah lesunya pangsa pasar terhadap aksesoris alam tersebut.

Kepala Diparbudpora Pacitan, H Turmudi.

Menurut Turmudi, untuk kembali menstimulus kecintaan masyarakat terhadap batu mulia khas Pacitan, kedepan pihaknya dengan melibatkan para kolektor akik lokal, nasional dan juga perajin dari berbagai pelosok, berencana menggelar pameran dan kontes batu akik khas Pacitan.

“Pelaksanaan kontes dan pameran tersebut, kita fokuskan di beberapa destinasi wisata. Misalnya seperti di Pantai Pancer Door, Klayar dan lokasi wisata lainnya.

Kami optimis, seandainya rencana ini bisa terlaksana akan membawa multi player effect bagi Pacitan, utamanya animo kunjungan wisata bakal meningkat,” kata mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa ini, saat dikonfirmasi, Senin (19/5/2025).

Turmudi tak menampik, saat ini euforia batu akik memang sudah meredup. Ditambah lagi krisis ekonomi global yang membuat masyarakat di seantero negeri lebih mementingkan kebutuhan dasarnya ketimbang membeli barang-barang aksesoris seperti halnya batu akik.

Meski begitu, tak ada salahnya jika pemerintah kabupaten kembali merintis kegiatan pameran ataupun kontes batu akik sebagai icon Pacitan, yang lebih difokuskan di obyek-obyek wisata.

BAGIKAN KE :