Jejak 25 Tahun ChildFund dan Cita Masyarakat Madani di Oebelo: Warisan Cinta dan Harapan

NTT, Liputan68.com- Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam perayaan sederhana di Gereja GMIT Kalvari Puluthie, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah.

Acara ini menjadi penanda berakhirnya 25 tahun pelayanan dan pendampingan yang dilakukan oleh Yayasan Cita Masyarakat Madani (Cita Madani) bersama ChildFund International di Indonesia.

Bagi warga Oebelo, momen ini menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan panjang program yang telah membawa berbagai perubahan positif bagi anak-anak dan keluarga di desa tersebut.

Sejak tahun 2000, Cita Madani telah hadir dalam setiap denyut kehidupan masyarakat Oebelo, membimbing anak-anak tumbuh dengan percaya diri, sehat, dan terdidik.

Dari ruang belajar sederhana hingga program perlindungan anak terpadu, dampaknya begitu dalam, seperti yang disampaikan Alesandro Pah, salah satu tokoh muda yang dulunya adalah “duta anak”.

“Saya kenal Cita Madani sejak kecil, waktu masih SD. Saya dapat sponsor dari Australia, tiap Natal selalu ada surat dan hadiah. Itu yang membuat saya merasa dihargai. Sekarang saya sudah bekerja, dan yang paling saya syukuri adalah rasa percaya diri yang saya bangun berkat Cita Madani,” tuturnya (22/6/2025).

Kisah serupa juga datang dari Jufina Januario, anggota Komisi Bagian Hubungan Sponsor (BHS).

Ia menuturkan betapa dekatnya ikatan antara anak-anak dan para sponsor dari luar negeri.

“Mereka anggap saya bukan petugas, tapi kakak. Hubungan itu sungguh berarti. Harapan saya, meski program berakhir, komunikasi antara anak dan sponsor tetap bisa berlangsung,” ujarnya.

Camat Kupang Tengah, Robianto Meok, menyampaikan apresiasi dan harapannya agar warisan Cita Madani tidak berhenti di sini.

“Perjalanan ini tidak mudah, tapi luar biasa. Sekarang tinggal bagaimana desa melanjutkan. Anak-anak itu masa depan kita. Jika keluarga sehat, ekonomi kuat, dan anak-anak mendapat haknya, maka desa akan maju,” ungkapnya.

Pelayanan Cita Madani tak hanya menyentuh pendidikan dan kesehatan anak, tapi juga menyasar penguatan ekonomi keluarga melalui pelatihan usaha, bibit tanaman, dan bantuan ternak.

Program-program yang telah dibangun secara bertahap ini kini diserahkan kepada Pemerintah Desa untuk diteruskan.

Silvester Seno, Direktur Yayasan Cita Masyarakat Madani, menyampaikan bahwa akhir dari pelayanan ini bukanlah akhir dari perjuangan.

“Waktu memang tak bisa diulang, tapi kita bisa mengambil pelajaran darinya. Kita pernah bersama menumbuhkan ide dan harapan untuk anak-anak. Mari terus menjadi agen kebaikan bagi dunia yang lebih ramah anak,” ujarnya menyentuh hati para hadirin.

Anton Ola Penama, Ketua Yayasan Cita Madani, menegaskan bahwa yayasan akan tetap membangun komunikasi dan kolaborasi, meski pendampingan formal telah usai.

“Kami datang dengan hati untuk melayani. Semoga kehadiran kami membawa manfaat yang berkelanjutan,” ucapnya.

Hari itu, bukan hanya menandai akhir sebuah proyek. Tapi menjadi awal baru dari semangat kolektif warga Desa Oebelo untuk terus memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan anak-anak mereka.

Sebuah jejak pengabdian yang akan terus hidup, dalam cerita, semangat, dan langkah anak-anak Oebelo menuju masa depan yang lebih cerah.***

BAGIKAN KE :