Sudah Berbadan Hukum!!! Pasraman Sarwa Dharma Denpasar Bikin Yayasan Tatar Parahyangan Bali Mengabdi Tulus Ikhlas Demi Umat

DENPASAR | Pasraman Sarwa Dharma Denpasar dibawah pimpinan Ni Made Ratnadi, SE., menggelar acara Temu Wirasa bersama Peserta Manusa Yadnya di Jalan Gunung Athena II Depan Villa Athena Padangsambian Kelod Denpasar, Minggu, 22 Juni 2025.

 

Dipilihnya di Jalan Gunung Athena, Padangsambian Kelod Denpasar, karena lokasinya lebih luas berisi sejumlah pohon-pohon berhawa sejuk, yang bersuasana enjoy dan santai.

 

“Saat pandemi Covid-19, kita ajak pegawai bersama-sama menanam pohon dengan hasil seperti ini. Mudah-mudahan nanti acara Metatah Bersama 2025 berjalan dengan baik dan lancar atas kerjasama kami bersama para ibu yang sangat luar biasa sejak pendaftaran sampai sekarang supaya acara sukses,” ungkapnya.

 

Menariknya, acara Temu Wirasa bersama Peserta Manusa Yadnya mengambil tema

“Menjadi Generasi Muda Pemenang Berdasarkan Nilai-Nilai Hindu,” dengan menghadirkan Narasumber yang berkompeten di bidangnya meliputi Ni Made Ratnadi, SE.,

(Entrepreneurship Hindu) Dr. I Made Suasti Puja, S.E.,M.Fil.H.,

(Leadership Hindu), Ida Pandita Mpu Agnijaya Shree Bhaskara (Tatwa Penyucian) dan Jro Mangku Ningsih (Mandiri dalam Beritual).

 

Pada kesempatan tersebut, Ni Made Ratnadi, S.E., selaku Ketua Pembina Pasraman Sarwa Dharma Denpasar membawakan materi bertajuk “Entrepreneurship Hindu”.

 

Menurutnya, upacara Metatah dimaknai sebagai ritual agama Hindu sebagai salah satu bagian dari Manusa Yadnya.

 

“Upacara Metatah juga dimaknai untuk melepaskan diri dari pengaruh Sad Ripu, yang khusus dilakukan pada anak, yang mulai menginjak dewasa,” kata Made Ratnadi.

 

Selain introspeksi diri dan mulat sarira, Metatah Bersama juga bisa dijadikan sebagai momentum memupuk rasa kebersamaan, untuk menghilangkan semua musuh yang berada didalam diri setiap insan.

 

“Hal tersebut dilakukan, untuk menata kembali sikap dan perilaku, guna menjaga keharmonisan, kedamaian dan jagadhita, berkonsep Tri Hita Karana,” terangnya.

 

Sementara itu, para peserta Manusa Yadnya Bersama ini diberikan Pembekalan secara gratis sejak pukul 08.00 WITA.

 

“Kita adakan Metatah Bersama 2025 ini, untuk kesekian kalinya, karena setiap tahun, kami melakukan kegiatan Metatah Bersama diikuti dengan Mepetik, Otonan, Menek Kelih dan juga Sudi Widani. Nantinya dilanjutkan acara Ngekeb 28 Juni 2025 dan puncak upacara Metatah Bersama, pada 29 Juni 2025,” paparnya.

 

BAGIKAN KE :