Kadis Sosial NTT, Kanis Mau Blak-Blakan: Akui Masalah Pendataan, Anak Jalanan Sulit Teratasi

NTT, Liputan68.com- Meski Dinas Sosial mengklaim telah menjangkau dan merehabilitasi anak-anak, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.

Anak-anak terus kembali ke jalan, berjualan koran, kerupuk, hingga jagung goreng di bawah terik matahari dan ancaman lalu lintas.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Kanisius Mau mengakui adanya kegagalan sistem, terutama dalam aspek pendataan.

“Dulu kita pakai DTKS, sekarang ada sistem baru bernama DTSEN. Tapi harus diakui, data kita belum akurat, tidak by name by address. Akibatnya intervensi tidak tepat sasaran. Sistem harus dibenahi,” ujar Kanis Mau (3/7/2025).

Dijelaskannya, saat ini sedang dalam perbaikan data atau integrasi DTKS, REGSOSEK dan P3KE menjadi DTSEN.

Menurut Kanis  tantangan terbesar bukan hanya eksploitasi oleh orang tua, tetapi juga masyarakat sendiri yang kerap merasa iba dan tetap memberi uang.

“Masyarakat harus paham bahwa memberi di jalan sama dengan mendorong anak tetap di jalan. Berbagi berkat sebaiknya dilakukan di tempat yang lebih tepat. Kalau masyarakat terus memberi, maka penertiban tak akan pernah selesai,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi NTT saat ini tengah merencanakan pembangunan rumah singgah sebagai solusi jangka panjang, serta memperkuat kerja sama dengan kepolisian untuk penindakan hukum terhadap pelaku eksploitasi anak. ***

BAGIKAN KE :