Kadis Pertanian NTT: Saatnya Petani Bangkit, Dari Pekarangan Jadi Lumbung Pangan

NTT, Liputan68.com- Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz B Oemboe Wanda, menegaskan bahwa arahan Presiden RI dan Gubernur NTT jelas: NTT harus mampu mewujudkan swasembada pangan dengan mengandalkan kekayaan alam yang dimiliki.

Melalui program dasa cita, khususnya misi “dari ladang dan laut menjadi pasar”, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat desa.

Menurut Joaz, potensi hortikultura di NTT sangat besar. Beragam komoditas seperti buah mangga, jeruk, sukun, durian, sayuran seperti sawi dan kangkung, hingga tanaman obat (jahe, kunyit, kencur) dapat menjadi kekuatan ekonomi lokal.

“Kita harus mengkapitalisasi komoditas-komoditas ini agar bisa meningkatkan pendapatan petani sekaligus menumbuhkan ekonomi desa,” ungkapnya kepada wartawan (21/7/2025).

Joaz mengajak seluruh pemerintah daerah tingkat Kabupaten/Kota di NTT untuk menghidupkan kembali gerakan tanam pangan lokal, sebagaimana pernah dilakukan melalui konsep apotek hidup dan dapur hidup.

Gerakan ini, katanya, bukan hanya untuk ketahanan pangan, tetapi juga untuk mendukung program makan bergizi gratis serta pemenuhan asupan vitamin masyarakat.

“Pekarangan rumah harus menjadi sumber pangan keluarga. Setiap desa juga perlu memiliki lumbung pangan sebagai cadangan untuk menghadapi situasi darurat,” tegas Joaz.

Ia menambahkan bahwa modernisasi pertanian adalah syarat mutlak. Melalui penerapan teknologi smart farming, efisiensi lahan dan air dapat dicapai, serta produktivitas tanaman dapat ditingkatkan.

Alat pertanian modern, termasuk pembuat bedeng, sudah mulai digunakan untuk mempercepat pengolahan lahan.

“Kita butuh petani milenial yang berani menguasai teknologi. Tanpa itu, kita sulit bicara kemandirian pangan,” ujarnya.

Dengan penyuluhan yang tepat, teknologi modern, dan semangat gotong royong, Joaz optimistis NTT bisa bertransformasi dari sekadar penghasil bahan mentah menjadi pusat pangan yang mampu menggerakkan ekonomi desa.***

BAGIKAN KE :