NTT, Liputan68.com– Memperingati Hari Koperasi (Harkop) ke-78 tahun 2025, sebanyak 17 koperasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kota Kupang menyatukan langkah dalam aksi kemanusiaan dengan mengunjungi tiga panti asuhan.
Bakti sosial ini tidak hanya menjadi simbol solidaritas koperasi, tetapi kegiatan rutin dari wujud nyata kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan kasih dan perhatian.
Tiga panti yang dikunjungi yakni Panti Asuhan Holy Angel (Biara Susteran CJD), LKSA Nurusa’adah, dan Panti Asuhan Syalom.
Aksi ini berlangsung pada Sabtu, 26 Juli 2024, dengan membawa bantuan spontan berupa beras, telur, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya dari 17 koperasi: Timau, Madani, Suka Damai, Tegar Selalu, GKPRI, Benefakto, Nutri Bhakti Husada, FST Undana Jaya, Ro Artha Mandiri, Sumber Sejahtera Alamindo, KSP Kopdit Sa’nai, Dewi Gangga, Solidaritas, Sumber Makmur, Sangosay, Lamaholot, dan Sejahtera Abadi Flobamora.
Sentuhan Kasih di Panti Holy Angel
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Timur (Dekopinwil NTT), Paulus Rante Tadun, mengungkapkan rasa syukurnya bisa berbagi kasih dalam suasana Harkop tahun ini.
“Ini bukan hanya tentang bantuan materi, tapi tentang merawat tradisi kepedulian dan kasih antarsesama. Kami berharap bingkisan kecil ini memberi manfaat dan menjadi berkat bagi anak-anak di panti,” ucapnya.
Suster Patrisia, CJD, selaku Pimpinan Panti Holy Angel, menyampaikan terima kasih penuh haru.
“Kami sangat gembira dan terharu. Ini bukti ada hati yang peduli terhadap anak-anak kami. Mereka merasa dihargai dan disayangi,” katanya.
LKSA Nurusa’adah: Hadir Memberi Harapan
Kegiatan dilanjutkan ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nurusa’adah.
Ketua Panitia Harkop ke-78 Provinsi NTT dan Kota Kupang, Dominikus Ancis, menegaskan bahwa koperasi bukan hanya tentang usaha ekonomi, melainkan juga kekuatan sosial yang menginspirasi.
“Kami ingin hadir bukan hanya dalam angka dan program, tetapi menyentuh kehidupan anak-anak lewat kasih dan kebersamaan,” ucapnya.
Sementara itu, pengurus LKSA, Ustad Tnitbani, menyambut penuh syukur:
“Kami merasa tidak sendiri. Anak-anak kami berjumlah sekitar 50 orang dari TK hingga SMA, dan kami sangat terbantu. Semoga kebaikan ini dibalas Tuhan bagi seluruh koperasi yang terlibat,” tuturnya.
