Dari Kereana untuk Malaka Bersih: Aksi Jumat Gotong Royong Hidupkan Budaya Lingkungan Sehat

NTT, Liputan68.com- Desa Kereana, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka kembali menjadi sorotan berkat semangat warganya dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui program Jumat Bersih yang rutin digelar setiap pekan.

Dipimpin langsung oleh Penjabat Kepala Desa, Wilibrodus Kanisius Kun, S.Sos, kegiatan ini tidak sekadar bersih-bersih, tetapi menjadi gerakan sosial yang menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.

“Lingkungan adalah tempat pertama kita memulai aktivitas. Kepedulian terhadap kebersihan harus ditanamkan sejak dini, karena dengan menjaga lingkungan berarti kita peduli pada diri sendiri dan sesama,” ujar Wilibrodus.

Jumat, 25 Juli 2025 pagi mulai pukul 07.00 hingga selesai, warga Desa Kereana, terutama para ibu-ibu, turun tangan membersihkan rumput liar, menyapu jalan, dan mengumpulkan sampah rumah tangga.

Dengan peralatan sederhana seperti sapu, sabit, dan keranjang sampah, mereka bekerja bahu-membahu demi menciptakan desa yang bersih dan sehat.

Menurut Marya Yanti Uduk, salah satu perangkat desa yang akrab disapa Ibu Yanti Dobe, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi kebersihan, tapi juga mempererat solidaritas dan kepedulian sosial antarwarga.

“Gotong royong ini menumbuhkan rasa tanggung jawab warga terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga mereka. Harapan kami, kegiatan ini bisa diikuti seluruh warga, bukan hanya ibu-ibu,” ujarnya.

Program Jumat Bersih ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Desa Kereana terhadap kebijakan Bupati Malaka Dr. Stefanus Bria Seran, MPH, dan Wakil Bupati Hendri Melki Simu, dalam mendorong kebersihan dan kesehatan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan desa berkelanjutan.

Wilibrodus juga menekankan pentingnya penyediaan tempat sampah di halaman rumah, pemisahan jenis sampah, serta edukasi daur ulang sederhana seperti memanfaatkan botol plastik menjadi pot bunga atau tempat pensil.

“Masih banyak yang menyepelekan kebersihan, padahal lingkungan yang kotor bisa jadi sumber penyakit. Melalui kerja bakti, kita ingin mengubah pola pikir itu. Hidup bersih harus jadi gaya hidup,” pungkasnya.

Dengan semangat gotong royong dan kesadaran kolektif, Desa Kereana menjadi contoh nyata bagaimana tradisi lokal bisa menjadi kekuatan besar dalam menciptakan lingkungan yang sehat, indah, dan penuh kebersamaan.*** Eki Luan

BAGIKAN KE :