Bank Sari Dinarkencana, BPR Tertua di NTT yang Terus Bertumbuh dan Siap Layani Kredit Cepat dan Aman

NTT, Liputan68.com Sebagai Bank Perekonomian Rakyat (BPR) tertua di Nusa Tenggara Timur, BPR Sari Dinarkencana terus menunjukkan eksistensinya dalam dunia perbankan.

Diketahui, BPR Sari Dinarkencana, berlokasi di Kompleks BTN Kolhua, Blok C No. 67, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi nomor kontak: 0812-3975-7265.

Didirikan pada 24 Oktober 1990, bank ini tak hanya dikenal sebagai BPR pertama di Kota Kupang, tapi juga sebagai mitra keuangan terpercaya yang tetap bertahan dan berkembang di tengah ketatnya persaingan perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Hal ini disampaikan Direktur Bisnis BPR Sari Dinarkencana, Meiners Y. Feoh, kepada media saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 29 Juli 2025.

“Fokus utama kami tetap di kredit. Baik kredit konsumtif maupun produktif kami layani dengan bunga bersaing, yaitu 1,25 persen, jauh lebih rendah dibanding BPR lain. Dan yang penting, prosesnya cepat asalkan berkas lengkap,” ungkap Meiners.

Sebagai mantan pimpinan sejumlah cabang Bank BNI di NTT, Meiners menegaskan bahwa meski BPR tak bisa memasarkan produk giro sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mereka tetap agresif dalam pemasaran tabungan dan deposito.

Namun, porsi terbesar tetap pada penyaluran kredit, sejalan dengan arahan OJK agar BPR tidak hanya fokus pada kredit konsumtif, tetapi juga mulai mengembangkan kredit produktif.

“Puji Tuhan, pertumbuhan kredit produktif kami hingga semester I 2025 meningkat lebih dari 60 persen dibanding akhir 2024. Ini bukti komitmen kami mendukung UMKM dan pertumbuhan ekonomi lokal,” tambahnya.

Secara angka, aset BPR Sari Dinarkencana kini mencapai lebih dari Rp 20 miliar, tumbuh 101,6 persen sejak Desember 2024 hingga 25 Juni 2025.

Penyaluran kredit meningkat sebesar Rp 258 juta, dengan jumlah nasabah kredit sebanyak 420 orang, dengan total nasabah mendekati angka tiga ribu orang.

Dengan wilayah layanan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Sari Dinarkencana juga terus meningkatkan sistem layanan, termasuk rencana digitalisasi dan pengiriman notifikasi otomatis bagi nasabah kredit melalui vendor dari Jakarta.

Meiners juga menjelaskan tantangan yang dihadapi saat ini, terutama terkait pengawasan ketat dari OJK dan persaingan antar BPR, bank umum, koperasi, hingga lembaga keuangan non-bank.

Namun ia optimistis, pelayanan cepat dan kepercayaan masyarakat akan menjadi kekuatan utama.

“Kami siap memberikan pelayanan tercepat dan terbaik. Kalau dokumen lengkap dan catatan keuangan di OJK bagus, langsung kami proses dan cairkan. Kami percaya, pelayanan prima adalah kunci bertahan,” tegasnya.

Dengan semangat “BPR yang terpercaya, sehat, dan efisien”, Sari Dinarkencana menatap masa depan dengan rencana ekspansi melalui pembukaan kantor cabang baru dan penerapan sistem digital.

“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Karena walaupun kami kecil, kami tetap ingin ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT, terutama di Kupang dan sekitarnya,” tutup Meiners.***

BAGIKAN KE :