Polisi Terus Bergerak: Kasat Lantas Polresta Kupang Kota Berantas Balap Liar, Lindungi Pelajar dari Bahaya

NTT, Liputan68.com Balap liar kembali menjadi momok bagi Kota Kupang. Kasat Lantas Polresta Kupang Kota, Kompol Sudirman, S.Sos, menegaskan pihaknya terus menindak tegas para pelaku balap liar, terutama yang melibatkan anak sekolah.

“Balap liar ini rutin kami tertibkan, menyusul keluhan masyarakat yang ramai di media sosial dan keluhan langsung ke kami. Titik rawan sudah kami amankan, mulai dari Glory, Katedral, Novano Center, DPD PDIP, dan kini Eltari,” jelas Kompol Sudirman (15/9/2025).

Dua minggu terakhir, kata dia, Eltari kembali marak menjadi arena balap liar, sehingga tindakan hukum segera dilakukan.

Saat para pelaku balap liar merekam aksinya dan mengunggahnya ke media sosial, sering muncul komentar miring yang mempertanyakan keberadaan polisi.

“Polisi ada dimana, polisi hanya tidur,”

Kasat Lantas menegaskan, polisi tidak segan menindak pelaku maupun pihak yang membantu mereka.

“Siapa pun yang membantu pelaku akan diarahkan untuk menunggu proses hukum. Motornya baru bisa diambil setelah sidang di pengadilan. Ini untuk memberi efek jera,” tegasnya.

Selain penindakan, sosialisasi tertib berlalu lintas juga gencar dilakukan. “Kami masuk ke semua sekolah menengah atas dan kejuruan, serta menyebarkan surat ke rumah ibadah. Semua upaya ini kami lakukan agar masyarakat, khususnya anak muda, sadar pentingnya keselamatan,” tambahnya.

Data Polresta Kupang menunjukkan Kota Kupang menempati peringkat pertama kecelakaan tertinggi di NTT sejak Januari 2025. Sebanyak 300 kecelakaan tercatat, dengan 15 korban meninggal dunia 11 kecelakaan tunggal dan 4 kecelakaan ganda. Balap liar bisa menjadi salah satu penyebab dominan kecelakaan tunggal.

“Mayoritas pelaku balap liar adalah pelajar usia 15 hingga 17 tahun. Mereka harus mendapatkan pembinaan karena keselamatan mereka dan orang lain dipertaruhkan,” tutur Kompol Sudirman.

Kasat Lantas menegaskan, pihak kepolisian memang memiliki keterbatasan kemampuan dan tidak bisa selalu berada di setiap lokasi tapi akan berusaha semaksimal mungkin.

Dia juga menghimbau seluruh masyarakat Kota Kupang untuk turut menjaga ketertiban, terutama pada jam-jam istirahat, sehingga keamanan dan ketertiban bersama dapat terwujud. ***

BAGIKAN KE :