NTT, Liputan68.com- Menjaga pasokan listrik di Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan perkara mudah. PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor harus berhadapan dengan tantangan berat terutama cuaca ekstrem.
Kondisi geografis yang menantang, ditambah cuaca ekstrem, membuat pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke daerah terpencil sering terkendala.
Tim Leader Administrasi Umum PLN UPK Timor, Oky Ratu Kaho, menuturkan bahwa medan sulit kerap menguji perjuangan petugas di lapangan.
“Di Sumba, kalau cuaca buruk dan ada gangguan, teman-teman harus bawa generator dengan ketinting kecil. Di Semau juga sama, sangat berat kalau cuaca tidak bersahabat. Untung Naikliu sudah terkoneksi ke sistem Timor. Kalau tidak, jalurnya repot untuk suplai BBM, begitu juga Oepoli,” ujarnya (22/9/2025).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, PLN UPK Timor menerapkan manajemen stok BBM yang ketat.
“Setiap hari ada laporan sisa operasi BBM. Minimal 14 hari harus tersedia. Jika cuaca buruk diprediksi, stok bisa ditambah sampai tiga minggu bahkan satu bulan,” jelas Oky.
Di sisi lain, PLN UPK Timor terus memperkuat layanan melalui modernisasi dan digitalisasi.
Aplikasi PLN Mobile kini hadir sebagai solusi cepat dan praktis. “Dengan digitalisasi, sinkronisasi sistem semakin canggih. Semua layanan ada dalam genggaman lewat PLN Mobile,” katanya.
Menjawab keluhan masyarakat soal listrik padam mendadak, Oky menegaskan bahwa PLN sama sekali tidak menginginkannya.
“Padam mendadak itu di luar kuasa kami. Justru PLN juga rugi besar, miliaran rupiah untuk satu section saja. Jadi, kepentingan PLN sama dengan masyarakat: lebih baik kalau listrik menyala terus,” tegasnya.
Dengan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem, inovasi digital, serta transparansi layanan melalui PLN Mobile, PLN UPK Timor memastikan komitmennya menghadirkan listrik yang andal dan modern bagi masyarakat NTT.***
