Sekaligus, sambungnya, sebagai wujud interaksi harmonis antara manusia dengan alam. “Dengan begitu, kita akan bisa menciptakan keseimbangan dan kelestarian lingkungan, sehingga alam dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Harmoni antara manusia dan alam, adalah kunci kelestarian,”jelasnya.
Setelah prosesi Rawat Jagat nantinya, Pacitan diharapkan semakin lestari, adem ayem, tentrem, dan jauh dari pertikaian.
“Semoga ritual ini membawa berkah dan keselamatan bagi masyarakat Pacitan, serta menjadi contoh baik bagi daerah lain dalam menjaga harmoni dan kelestarian alam,” harap Kapolres Ayub.(Red/yun).
