Pilkada ke DPRD: Imam Bajuri Ingatkan Publik Tak Terjebak Gaduh Demokrasi

“Secara psikologis dan sosial, Pilkada langsung memberi kepuasan tersendiri bagi masyarakat karena kedaulatan suara benar-benar dirasakan berada di tangan rakyat,” ungkapnya.

Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa euforia demokrasi sering kali menyisakan residu sosial. Polarisasi, fragmentasi, hingga sekat-sekat sosial kerap muncul pasca pemilihan, terutama di tingkat lokal.

“Masyarakat bisa terbelah. Itu realitas yang tidak bisa diabaikan. Setiap sistem memiliki konsekuensi, selalu ada harga yang harus dibayar,” katanya.

Atas dasar itu, Bajuri menekankan pentingnya kedewasaan publik dalam menyikapi wacana Pilkada. Ia mendorong masyarakat untuk menyalurkan aspirasi secara konstitusional, terstruktur, dan damai, tanpa memperuncing perbedaan sebelum keputusan resmi pemerintah diumumkan.

“Demokrasi tidak boleh dikerdilkan oleh kegaduhan. Yang dibutuhkan saat ini adalah kejernihan berpikir dan kesabaran menunggu arah kebijakan negara,” pungkasnya.(Red/yun).

BAGIKAN KE :