PLN UPK Timor Terbaik Se-NTT, Kinerja K3 2025 Ukir Prestasi Gemilang

Di sisi lain, indikator reaktif (lagging indicator) seperti angka kecelakaan kerja, insiden near miss, dan tindak lanjut perbaikan juga menjadi perhatian serius.

Di sektor pembangkitan listrik, kompleksitas K3 semakin tinggi. Potensi bahaya seperti tegangan tinggi, tekanan uap, bahan bakar, putaran mesin berkecepatan tinggi, hingga ruang terbatas (confined space) menuntut pengawasan berlapis.

Setiap pekerjaan wajib melalui prosedur Permit to Work (PTW), penguncian dan pelabelan energi (lock out tag out/LOTO), serta verifikasi alat pelindung diri (APD) sebelum aktivitas dimulai.

Tak hanya itu, budaya pelaporan juga menjadi kekuatan UPK Timor. Setiap potensi bahaya dilaporkan secara sistematis melalui sistem manajemen, dianalisis, lalu ditindaklanjuti dengan perbaikan berkelanjutan.

Di balik layar, terdapat team leader khusus yang mengelola dan memastikan seluruh sistem K3 berjalan sesuai kaidah dan standar yang berlaku.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa keselamatan bukan sekadar slogan, melainkan budaya kerja yang hidup dan dijaga setiap hari.

Bagi PLN UPK Timor, menjaga nyala listrik bagi masyarakat NTT harus sejalan dengan menjaga keselamatan setiap insan yang bekerja di dalamnya.

Di tengah tantangan dunia kerja yang kian kompleks, capaian ini menjadi pesan kuat: energi yang andal lahir dari kerja yang selamat.***

BAGIKAN KE :