BOGOR – Di tengah tekanan hidup yang datang silih berganti, banyak orang sering kali berjalan tanpa sempat memahami apa yang sebenarnya dirasakan oleh dirinya sendiri. Kesibukan, tuntutan pekerjaan, persoalan keluarga, hingga kecemasan masa depan perlahan membuat ruang refleksi menjadi sesuatu yang jarang dimiliki.
Melihat kondisi tersebut, Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama SOUL Action menghadirkan sebuah kegiatan refleksi bertajuk “Buka Lembaran Baru” di RA Al Ittihad, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu (2/5). Kegiatan ini menjadi ruang sederhana bagi masyarakat untuk berhenti sejenak, menenangkan pikiran, dan mencoba memahami perjalanan hidup yang sedang mereka jalani.
Tidak ada suasana formal ataupun tekanan dalam kegiatan tersebut. Para peserta hanya diminta membuka halaman secara acak dari buku SOUL Reflection karya Bunda Arsaningsih. Namun dari halaman-halaman sederhana itulah, banyak peserta merasa menemukan jawaban atas keresahan yang selama ini mereka pendam.
Suasana hangat langsung terasa sejak kegiatan dimulai. Para guru dan masyarakat yang hadir tampak larut dalam momen refleksi yang penuh ketenangan. Beberapa peserta bahkan mengaku tersentuh karena pesan yang mereka dapatkan terasa sangat berkaitan dengan kondisi hidup mereka saat ini.
Rini Kumari, S.Pd., M.Pd., salah satu guru RA Al Ittihad Bogor, mengaku pengalaman tersebut memberinya sudut pandang baru dalam menghadapi tantangan sebagai pendidik.
“Ketika membuka halaman itu, saya merasa seperti sedang diingatkan tentang diri saya sendiri. Pesan yang saya dapat sangat sesuai dengan apa yang sedang saya alami,” ujarnya.
Menurut Rini, pesan refleksi yang ia baca menyinggung soal fokus dan kegagalan dalam menjalani tanggung jawab sebagai guru. Dari situ, ia merasa mendapatkan penguatan untuk memperbaiki diri dan menjalani tugas dengan lebih tenang.
Hal serupa juga dirasakan Heni Sofita, S.Pd. Ia menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar membaca pesan, melainkan menjadi ruang batin yang menghadirkan ketenangan di tengah berbagai persoalan kehidupan.
“Banyak sekali nasihat yang saya dapatkan. Rasanya seperti diingatkan untuk menjalani semuanya dengan ikhlas dan tidak terlalu larut dalam masalah,” katanya.
Selama dua jam kegiatan berlangsung, suasana penuh kedekatan emosional begitu terasa. Tidak sedikit peserta yang saling berbagi cerita dan pengalaman hidup setelah menemukan pesan refleksi mereka masing-masing.
Bagi YCCK, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang membaca buku, melainkan menghadirkan ruang kemanusiaan yang membantu masyarakat lebih mengenal dirinya sendiri. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, refleksi diri dianggap penting agar seseorang tidak kehilangan arah dan ketenangan batin.
Melalui program SOUL Action, YCCK berharap semakin banyak masyarakat yang berani memberi waktu untuk dirinya sendiri, mendengarkan isi hati, dan memulai langkah baru dengan pikiran yang lebih jernih.
Karena terkadang, jawaban yang dicari seseorang bukan berada di luar dirinya, melainkan muncul saat ia mau berhenti sejenak dan membuka lembaran baru dalam hidupnya.
