Dengan diserahterimakan BMN ini, diharapkan proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh pemerintah pusat diserahkan ke pemerintah daerah untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat di desa. Dalam hal ini, bagaimana pelayanan air minum bisa diberikan secara maksimal untuk masyarakat. Nantinya, bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat di daerah. “Sehingga Kementerian sudah menjalankan fungsinya dengan baik demi kesejahteraan masyarakat,” harap Dwi Sulistia Budiari.
Sementara itu, Made Lestariana mengungkapkan penerimaan hibah ini berkaitan dengan Perumda Tirta Hita Buleleng. Mengingat, aset yang diserahkan adalah jaringan induk perpipaan hasil pengembangan dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Air Sanih. Aset BMN yang dihibahkan dimanfaatkan untuk pelanggan di Desa Kubutambahan dan Desa Bungkulan. “Aset BMN ini berkaitan dengan pelayanan Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng kepada masyarakat,” ungkapnya.
Aset BMN ini direncanakan melayani sekitar 5.000 pelanggan. Baik pelanggan yang sudah ada dan penambahan pelanggan selanjutnya. Saat ini, sudah ada sekitar 4000an lebih pelanggan dan akan ditambah 500 lagi dengan jaringan induk perpipaan hasil hibah BMN. “Penambahan akan dilakukan dalam waktu setahun,” ujar Made Lestariana.
Disinggung mengenai debit air, Lestariana menambahkan aset BMN jaringan induk ini merupakan pengembangan dari SPAM Mata Air Sanih 2 dengan kapasitas 125 liter per detik. Dengan reservoir induk yang ada di Desa Bulian dan reservoir distribusi atau pembagi yang ada di enam desa. Salah satunya ada di Desa Kubutambahan dan Desa Bungkulan. “Yang dikembangkan adalah jaringan dengan reservoir di Desa Kubutambahan dan Desa Bungkulan,” pungkasnya.
Penulis: Francelino
Editor: Sarjana
