Listibya Bali Gelar Seminar, Wagub Bali Jadi Keynote Speaker

Denpasar, LIPUTAN68.com – Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan (Listibya) Provinsi Bali, menggelar acara seminar bertajuk “Kesenian Berbasis Kearifan Lokal Menuju Pemajuan Kebudayaan Bali di Era New Normal”, bertempat di Ball Room Four Star by Trans-Denpasar, Jumat (6/11/2020).

Acara seminar itu dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, dan sekaligus menjadi keynote speaker pada seminar tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace menyampaikan beberapa poin penting, antara lain memberikan apresiasi atas diselenggarakannya acara tersebut meski di tengah situasi pandemi, namun Wagub Cok ace melihat acara yang diselenggarakan di hotel tersebut telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Berharap ke depan acara-acara akan mulai diggelar secara langsung tentunya dengan protokol yang ketat sehingga kembali mampu menggerakan perekonomian hotel di Bali,” jelasnya.

Terkait dengan tema yang diangkat, Wagub Cok Ace mengatakan bahwa jauh sebelum covid-19, harus disadari bahwa ada beberapa persoalan penting yang perlu diselesaikan yaitu terkait keseimbangan antar sektor, wilayah dan keseimbangan antara sekala dan niskala. Untuk itu, kata dia, Pemprov Bali masa kepemimpinan Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace telah menerapkan visi dan misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mana Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya untuk mewujudkan kehidupan krama bali yang sejahtera dan bahagia sekala dan niskala. “Maka dengan visi tersebut pengembangan pariwisata Bali adalah pariwisata yang berkelanjutan,” tegas Cok Ace lagi.

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace memaparkan bahwa terdapat dua hal penting yang ada dalam pariwisata berkelanjutan. Pertama, pembangunan termasuk komponen pariwisatanya harus mempunya manfaat kesejahteraan bagi masyarakat Bali, tidak hanya dari persoektif penghasilan saja namun juga dari segi kesehatan, pendidikan dan happiness atau kebahagiaan. Kedua, Pembangunan termasuk komponen parowosata didalamnha tidak boleh merusak apalagi mematikan sumberdaya pulau Bali yaitu keyakinan dan kepercayaan masuarakat hindu Bali.

BAGIKAN KE :