Terapkan Jargon “STOP!”, Kasus HIV/AIDS di Buleleng Melandai

Khusus untuk ibu hamil, lanjut Sutjidra, akan dilakukan tindakan awal oleh petugas kesehatan ketika melakukan pemeriksaan kondisi kehamilan. Akan dilakukan tes Voluntary Counseling and Testing (CVT). CVT tersebut merupakan tes yang dilakukan untuk mengetahui status HIV. Jika CVTnya reaktif akan dilakukan perlakuan khusus sebagai langkah lanjutannya.

“Misalkan tidak boleh melahirkan normal, tidak boleh menyusui, sehingga tidak terjadi penularan kepada bayinya. Screening dengan tes CVT ini wajib, dan difasilitasi oleh pemerintah. Kami sudah lakukan hal tersebut sejak tiga tahun lalu,” imbuhnya.

Khusus di Buleleng, yang rentan terkena virus ini yakni pada usia produktif. Pada kalangan remaja dan dewasa dengan kisaran umur 20 hingga 45 tahun. Upaya penekanan terus dilakukan sehingga target dibawah dua digit angka dapat tercapai per bulannya. Kebanyakan yang tertular dari wiraswasta.

“Yang menjadi hambatan disini keterbukaan dari mereka. Banyak yang tidak ingin diekspos, tidak mengaku. Mereka menularkan ke orang lain, itu yang menjadi masalah. Hingga kini relawan-relawan kami tetap mengawasi,” pungkas Sutjidra. frs/jmg/*

BAGIKAN KE :