Sejarah Ki Ageng Giring Penerima Wahyu Kedhaton

Rabu, 4 nopember 2020 jam 13.30 tiba di rumah KRT Mino Reksopuro. Ketua abdi dalem Pakasa yang tinggal di Gumelem Susukan Banjarnegara. Baliau lama mengabdi pada Karaton Surakarta. Aktif dalam kegiatan sosial seni budaya.

Para abdi dalem sami mangayu bagya. Ndherek nyengkuyung pisowanan ing Pajimatan girilarangan. Tempat ini lebih terkenal disebut girilangan.

Puncak Girilangan inilah tempat sumare Ki Ageng Giring. Sunyi senyap hening terasa magis mistis.

Kinanthi

Kukusing dupa kumelun,
ngeningken tyas sang apekik, kawengku sagung jajahan,
sang Resi kaneka putra,
kang anjog saking wiyati.

Juru kunci beserta abdi dalem memberi panduan. Bau dupa arum wangi. Doa juru kunci ibarat bremara mbrengengeng. Jadi seperti pertapan. Saptahargo. Kebetulan yang berdoa keluarga Yani Sapto Hudoyo. Sore itu pukul 15 00. Langit terang benderang.

Doa dzikir berkumandang khusuk di makam Ki Ageng Giring. Cepuri makam dikelilingi gapura khas bangunan Majapahit. Batu bata tertata sempurna. Langse putih Ki Ageng Giring tiap tahun dilarap. Larapan ini dengan tata cara Kejawen.

Kayu jati mengelilingi cungkup makam. Tanpa warna, tanpa cat. Benar benar menghadirkan suasana mistis magis. Bangunan klasik ini dikunjungi para peziarah dengan beragam keperluan.

Tahlil takbir tahmid tasbeh terdengar sayup sayup. Puncak Girilangan menjadi pepundhen bagi warga Dulangmas. Wajar bila makam ini terawat dengan sangat baik.

Pajimatan Girilangan mirip dengan makam Imogiri, Girilaya, Girilaya dan Giri gondo. Puncak gunung dianggap sakral. Pundhen ingkang pinundhi pindha pusaka.

Untuk menghormati Ki Ageng Giring diselenggarakan upacara sadran gedhe tiap tahun. Pemerintah daerah kabupaten Banjarnegara turut serta memberi dorongan formal. Ngiras ngurus untuk meningkatkan proses pemberdayaan ekonomi kreatif. Pengunjung bertumpah ruah berdatangan dari berbagai daerah.

Pendherek sumare Ki Ageng Giring ing Girilangan terdiri dari Bupati, Wedana mantri, demang. Mereka trahing kusuma rembesing madu, wijiling atapa tedhaking andana warih.

Bertingkat tingkat sesuai dengan harkat pangkat martabat. Desa Gumelem Wetan Susukan Banjarnegara mendapat kehormatan untuk merawat pepundhen agung.

Sewajarnya bila generasi muda belajar riwayat sejarah leluhur. Warisan masa silam lestari guna memperkokoh jatidiri.

C. Abdi Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat.

Tiap tahun Karaton Surakarta Hadiningrat mengadakan upacara sadran gedhe. Dengan ndhawuhi segenap abdi dalem yang tinggal di kabupaten Banyumas, Banjarnegara dan Purbalingga.

KRT Bambang Hadipuro Pangarsa PAKASA cabang Jepara merupakan pembina utama. Beliau selaku hadir dalam kegiatan Pakasa cabang Banjarnegara.

Hadir pula drg Fitri Pusponagoro. Pembina Pakasa Tegal ini aktif dalam seni budaya. Perjuangan budaya merupakan panggilan jiwa.

Pengageng Sasana Wilapa dan ketua Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat. GKR Dra Koes Mutiyah Wandansari M.Pd memberi ganjaran pangkat dan sesebetan. Wisuda abdi dalem bersamaan dengan upacara nyadran.

Desa Gumelem Susukan Banjarnegara basis tradisi. Dulu merupakan perdikan kademangan jaman Karaton Mataram Surakarta.

Rum kuncaraning bangsa, dumunung ing luhuring budaya.

(LM-01)

BAGIKAN KE :