Kapolresta Luruskan Istilah Ormas dan Preman Dalam Kasus Bentrok Di Denpasar

DENPASAR-Liputan68-Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menegaskan bahwa di Bali tidak ada Ormas. Karena Ormas lebih identik dengan premanisme.

Kapolresta Jansen meluruskan istilah Ormas dan preman yang dipakai dalam berita kasus bentrok antara sekelompok orang di simpang Jalan Subur – Jalan Kalimutu, Tegal Harum, Denpasar, Bali, Jumat (23/7/2021) sore pukul 15.00 wita yang menyebabkan satu orang tewas.

“Tolong diluruskan dan dibuat narasi yang menyejukkan. Tidak ada Ormas, di Bali sekarang tidak ada Ormas-Ormas. Ormas di Bali selama ini lebih identik dengan premanisme, dan seluruh masyarakat sepakat tidak boleh lagi ada premanisme di Bali,” tandas Kombes Jansen kepada SINARTIMUR.com via telpon seluler, Jumat (23/7/2021) malam pukul 20.40 wita.

“Jadi, kalau kita munculkan istilah Ormas, seolah-olah kita setuju bahwa di Bali itu masih ada premanisme. Jadi, tolong diluruskan ini bukan Ormas, bukan kelompok-kelompok tetapi ini adalah pribadi-pribadi yang melanggar hukum ya kami proses secara hukum siapapun dia,” ungkap Kombes Jansen lagi.

BAGIKAN KE :