“Masyarakat di sekitar lingkar tambang merasa tidak ada menyerahkan KTP untuk menolak tambang,” tegasnya.
Sementara, Horas Pardede kepada peserta aksi meminta massa tidak anarkis. “Apa yang menjadi keinginan dan permintaan para pengunjuk rasa akan kami sampaikan ke pimpinan kami yang lebih tinggi dalam hal ini Bupati Dairi,” ucap Horas.
Pantauan wartawan seribuan massa dari 15 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Silima Pungga-pungga sejak pukul 09.00 WIB berkumpul dihalaman Kantor Camat. Kehadiran massa diterima Camat Silima Pungga-pungga Horas Pardede didampingi Kapolsek Parongil Iptu HP Purba dan Danramil Parongil Kapten T. Aritonang.
Usai menyampaikan orasi, massa selanjutnya melanjutkan aksi ke Kantor YDPK yang berjarak 700 meter dari Kantor Camat . Disana massa yang melakukan aksi menolak keberadaan YDPK dan meminta segera angkat kaki dari Dairi. Sebelum membubarkan diri dan kembali ke kantor camat, massa meletakan berbagai sepanduk yang bertuliskan dukungan terhadap PT DPM dan menolak keberadaan YDPK.
Aksi yang dilakukan seribuan massa yang berjalan aman dan kondusif, mendapat pengawalan ketat dari Polres Dairi, Polsek Parongil dan Koramil 03/Parongil.
(Riz)
