Pantas Migor Langka dan Mahal di Sumut, Rupanya Ini Penyebabnya

“Saat ini masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng sementara ada perusahaan yang tidak menyalurkannya,” ujar Naslindo.

Pihaknya juga meminta kepada pimpinan perusahaan tersebut agar hari itu juga segera  menyalurkan migor tersebut ke distributor distributor yang ada di wilayah Provinsi Sumut, supaya kelangkaan segera teratasi.

‘Kita akan terus melakukan monitoring dan sidak ke produsen dan distrubutor lainnya untuk memastikan tidak ada yang melakukan penimbunan. Kita tau bahwa minyak goreng ini adalah salah satu kebutuhan utama masyarakat, apabila langka dan harga naik, maka akan memicu inflasi yang berakibat buruk pada perekonomian,” tegasnya.

Karenanya dia mengimbau kepada produsen, distributor dan pedagang jangan sekali-kali melakukan penimbunan terhadap bahan pangan yang diperdagangkan, sebab itu dilarang oleh Undang-undang dan sanksinya bisa sampai pidana.

“Situasi yang sulit karena pandemi Covid-19 jangan lagi kita persulit dengan perilaku- perilaku yang tidak baik. Kita semua terutama pengusaha harus punya kesadaran bahwa kita harus bersama-sama menyelamatkan perekonomian kita,” pungkas Naslindo. (LM-02)

TEKS FOTO
TUMPUKAN MIGOR: Tim Satuan Tugas Pangan Provinsi Sumut berhasil menemukan tumpukan migor dalam gudang yang siap untuk dipasarkan milik dari satu produsen migor yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang pada Kamis, 18 Februari 2022. ISTIMEWA

BAGIKAN KE :