Prancis – Liputan68.com – “Saya tidak betah lagi di Prancis,” kata Bilal, 27, tanpa ragu sedikit pun, ketika ditanya mengapa dia dan istrinya, Rahma, meninggalkan Prancis dua tahun lalu.
Sejak saat itu, pasangan keturunan Aljazair dan Tunisia ini menetap di Istanbul, Turki.
“Saya lahir di Prancis, saya hanya pernah ke Aljazair beberapa kali pada hari libur. Saya bahkan tidak berbicara bahasa Arab! Saya orang Prancis secara historis dan budaya, tetapi saya merasa dipandang sebagai warga negara yang kurang matang,” kata Bilal, Senin (30/05/2022).
Ketika dia mengingat kembali kehidupan sehari-harinya di Prancis, Bilal mengingat ketakutannya yang terus-menerus akan dipandang sebagai orang luar.
Suatu momen yang terpatri dalam ingatannya adalah hari ketika manajer kantornya mengatakan kepadanya bahwa dirinya yang muslim telah menjadi sumber perdebatan di antara para staf.
Alasannya ? Wajahnya seperti seorang Arab dengan janggut.
“Saya lelah karena harus bekerja dua kali lebih keras untuk membuktikan diri,” katanya.
“Jujur, itu tidak selalu berhasil,” kata Bilal.
