Tak Hanya Soal Gaji, Mundurnya Ratusan CPNS Karena Diterima Bekerja di Sektor Swasta

Jakarta – Liputan68.com – Badan Kepegawaian Negara (BKN) membuka kesempatan pengisian kuota kosong instansi yang kandidat CPNS-nya mengundurkan diri. Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerjasama BKN Satya Pratama menyebutkan kesempatan mengisi kuota kosong tersebut terbuka sampai pengurusan nomor induk pegawai (NIP) ditutup. Dia mengatakan ada banyak alasan pengunduran diri CPNS tersebut.

Satya tidak menjelaskan kapan batas akhir pengurusan NIP. Dia mengatakan sampai sekarang proses pengurusan NIP untuk rekrutmen CPNS 2022 terus berjalan. Satya juga menyatakan bahwa setiap instansi yang CPNS-nya mundur, berupaya melakukan penggantian.

“Sebenarnya hanya sekitar 0,1% dari yang lulus,” katanya. Selama belum ada penetapan NIP, CPNS yang mundur bisa digantikan oleh peserta dengan nilai ujian di bawahnya. Untuk itu angka kursi kosong akibat pengunduran diri CPNS berkurang dari 105 kursi menjadi 100 kursi.

Satya mengatakan alasan pengunduran diri CPNS tersebut beragam. ’’(faktor gaji, red) ini Cuma salah satu. Ada (karena) lokasi penempatan, ada yang kehilangan motivasi, ada yang dapat kesempatan lain,’’ tuturnya.

Menurut Satya setiap masa rekrutmen CPNS baru, selalu ada kandidat yang lolos seleksi tetapi mengundurkan diri. Pelamar CPNS yang lolos seleksi kemudian mengundurkan diri sebelum NIP terbit, memperlambat proses penetapan NIP bagi CPNS lainnya. Sebab instansi harus mengulang proses pemberkasan penetapan NIP CPNS setiap kali ada yang mengundurkan diri.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Lina Miftahul Jannah mengatakan, kecil kemungkinan kandidat CPNS itu mundur karena faktor gaji. Sebab sebelum mendaftar CPNS, mereka pasti sudah tahu gaji sebagai PNS. “Sekarang cukup mudah mengetahui gaji dan tunjangan CPNS. Tinggal googling sudah bisa ketahuan,” ucapnya.

Dengan demikian Lina mengatakan keputusan mundur sebagai CPNS diduga karena diterima di pekerjaan lain atau di instansi swasta.

BAGIKAN KE :