“Dan ada 4 ekor ikan Koi saya ikut di dalam kontes kali ini. Saya sebenarnya tak mau ikut karena saya tidak siap. Banyak kontestan, itu disiapkan betul-betul. Ada proses-proses yang harus didesain untuk muncul keindahan-keindahan aslinya Koi,” kata Edy yang sekaligus membuka kegiatan ini.
Selain apresiasi untuk masyarakat pecinta ikan Koi, kontes ini lanjut Edy Rahmayadi juga dapat menggerakkan ekonomi terkhusus para pelaku UMKM, serta menjadi wadah bersilaturahmi.
Mulyadi Simatupang menambahkan pelaksanaan Kontes Ikan Koi Sumut juga sebagai sarana dan wadah bagi masyarakat pecinta ikan Koi untuk menyalurkan hobinya.
“Seperti disampaikan pak gubernur tadi, memang secara pribadi kembali kepada bagaimana kita memandang, bagaimana kita punya hobi akan keindahan. Jadi gak bisa dinilai mungkin dengan materi, tetapi ada kepuasan batin. Inilah namanya hobi, dan yang pasti hobi yang positif tentunya,” ujarnya.
Ketua Panitia Kontes Ikan Koi Sumut 2022, Cuk Henriy, sebelumnya melaporkan sebanyak 1.552 ekor ikan koi dari 10 provinsi, terdaftar mengikuti kontes yang memperebutkan Piala Gubernur Sumut itu.
“Selain Sumatera Utara juga hadir dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Jambi,” katanya.
Ia mengatakan sangat banyak jenis ikan Koi, di antaranya tancho, sowa, kohaku, kawari.
“Nanti yang dinilai dewan juri seperti dari bodi, warna, kecantikan, hingga kesehatan ikan Koi itu sendiri,” pungkasnya. (LM-02)
TEKS FOTO
KONTES KOI: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyaksikan sekaligus membuka Sumut Koi Show 2022 hasil inisiasi Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut, didamping Kepala DKP Sumut, Mulyadi Simatupang dan Ketua Panitia Cuk Henriy, di GOR Mini Dispora Sumut, Jl. Willem Iskandar, Deli Serdang, Sabtu (23/7/2022). IST
