Sederhananya, umat Hindu sangat percaya dengan adanya hukum sebab akibat ( hukum karma ) dalam kehidupan sehari-hari. Karmaphala sendiri dibedakan menjadi tiga bagian waktu, yaitu masa kini atau sekarang, masa nanti atau hari esok, dan masa depan.
4. Keyakinan terhadap Samsara (Reinkarnasi) atau Samsara Tattwa
Ajaran keyakinan keempat dalam Panca Sradha adalah Samsara Tattwa atau percaya dengan adanya reinkarnasi, penjelmaan kembali atau kelahiran kembali, dalam agama Hindu ini dikenal dengan istilah Punarbawa yang artinya kelahiran berulang-ulang.
Umat Hindu percaya setiap roh akan kembali lagi kepada Tuhan dan harus dalam keadaan yang suci.
5. Keyakinan terhadap Moksa atau Moksa Tattwa
Keyakinan terakhir adalah meyakini dan percaya dengan Moksha, yaitu bersatunya Brahman dengan Atman.
Bukan tanpa alasan, tujuan tertinggi dalam agama Hindu adalah bisa mencapai Jagadhita dan Moksa.
Secara sederhana, masyarakat Hindu percaya bahwa adanya Panca Sradha akan membuat mereka lebih mengetahui mana hal yang baik dan buruk.
Apa yang dilakukan saat ini akan memberikan hasil yang setimpal nantinya, seperti keyakinan Karmaphala.
Perilaku Manusia dalam Penyucian Diri
Selain lima keyakinan dalam menjalankan agamanya atau Panca Sradha, umat Hindu juga memiliki landasan atau pedoman dalam berperilaku atau bersikap dalam kehidupan sehari-hari.
Landasan ini dikenal dengan istilah Tri Kaya Parisudha atau tiga perilaku pada manusia yang disucikan atau tiga pedoman hidup manusia.
Ketiga perilaku ini yaitu:
• Pikiran atau Manacika Parisudha
Ajaran ini mengajarkan pada pemeluk agama Hindu tentang cara bagaimana manusia harus mampu berpikir yang baik atau sebenar-benarnya.
• Bicara atau Wacika Parisudha
Wacika Parisudha mengarah pada ajaran umat Hindu untuk berbicara secara baik dan benar. Ini artinya tidak berkata kasar atau mengumpat. Berbicara dengan sopan dan tutur kata yang baik.
• Perilaku atau Kayika Parisudha
Ajaran ini mengajarkan pada manusia bagaimana caranya untuk bisa berperilaku yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari terhadap sesama. Misalnya dengan melakukan tindakan-tindakan positif dan menghargai dan menghormati orang yang lebih tua.
Setiap agama pasti mempunyai ajaran atau keyakinan masing-masing. Jadi, ada baiknya kita meluangkan sedikit waktu untuk lebih mendalami ajaran agama yang kamu percayai agar tidak tersesat dikemudian hari.
Semoga penjelasan yang singkat tadi dapat menambah wawasan keagamaan kita untuk lebih dekat dengan Ida Shang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Kuasa).
Om Shanti, Shanti, Shanti Om.(SR)
