“Tapi dunia yang saya harapkan saling menguntungkan. Jangan sampai dengan dunia baru ini perusahaan kecil menengah dihapuskan. Karena pondasi dari bangsa kita jelas ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.
Menjawab hal tersebut, Direktur Digital Bisnis Telkom, Fajrin Rasyid mengatakan, kehadiran metaNesia menjadi bukti bahwa Telkom tidak tertinggal dalam teknologi.
metaNesia, diharap dia, bisa bersinergi dengan pihak-pihak lain untuk bersama-sama mengembangkan dunia metaverse ini.
“metaNesia menciptakan banyak peluang baru, khususnya bidang-bidang yang memerlukan visualisasi terutama melalui 3D atau animasi, maupun bidang-bidang lain,” katanya.
Lebih lanjut, Fajrin menuturkan, pihaknya berharap semua inovasi dan teknologi yang dikembangkan oleh Telkom bisa bermanfaat bagi khalayak ramai dan mengakselerasi digitalisasi Indonesia.
“Kami mengajak seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan metaverse bisa bekerjasama mengembangkan metaNesia, mari kita bersama-sama membangun digitalisasi Indonesia untuk kedaulatan digital Indonesia,” tuturnya.
Kesempatan yang sama, PR & Digital Strategy Senior Manager PT Honda Prospect Motor (HPM), Yulian Karfili, sebagai salah satu partner dari metaNesia, mengatakan perubahan perilaku konsumen saat ini menjadikan platform digital sebagai salah satu medium yang semakin banyak digunakan konsumen untuk mencari informasi hingga melakukan transaksi, termasuk untuk konsumen otomotif.
“Teknologi metaverse menjadi teknologi terdepan saat ini yang memberikan pengalaman lebih lengkap dan memungkinkan kami untuk lebih banyak berinteraksi dengan konsumen di dunia digital,” ujarnya.
Hal senada diungkap Kadiv IT PT Perhutani, Fuad Nur. Bergabungnya Perhutani ke dalam metaNesia sejalan dengan program strategis Perhutani di ekosistem digitalisasi.
Melalui metaNesia, Perhutani ingin mencari peluang-peluang baru untuk memasarkan produk-produknya.
“Kita melihat di dunia anak-anak muda sekarang mulai masuk ke dunia metaverse. Ini merupakan peluang yang bagus untuk menarik anak-anak muda,” ungkapnya.
metaNesia merupakan akronim dari Metaverse Indonesia, serta bagian dari Leap sebagai umbrella brand produk dan layanan digital Telkom untuk mengakselerasi digitalisasi masyarakat Indonesia.
Dengan adanya Leap diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia demi mengakselerasi terwujudnya kedaulatan digital nasional, sejalan dengan target pemerintah dalam beberapa tahun mendatang. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengakses https://leap.digitalbisa.id/. (REL/LM-02)
TEKS FOTO
PAPARAN: Menteri BUMN RI, Erick Thohir (ketiga dari kiri) didampingi Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo (ketiga dari kanan), Komisaris Utama Telkom Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro (kedua dari kiri), Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (paling kanan), dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir (paling kiri), mendengarkan paparan mengenai metaNesia yang disampaikan Direktur Digital Business Telkom, Fajrin Rasyid (kedua dari kanan). ISTIMEWA
