“Teknologi digital juga memberikan jalur yang bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan proses dan cara kerja, dan mengurangi biaya bisnis yang sedang berlangsung,” katanya.
Mengatasi hambatan yang dialami pelaku UMKM, riset Telkom Indonesia dan BCG memberikan 6 (enam) rekomendasi strategis yang dapat mendukung transformasi digital UMKM.
Pertama, penggunaan teknologi digital untuk menetapkan strategi, riset pasar terkait produk yang diminati konsumen. Kedua, menggunakan platform e-Commerce atau teknologi cloud untuk membantu UMKM mencari pemasok barang dan jasa serta membangun kolaborasi yang memungkinkan pelaku usaha sektor ini membangun infrastruktur digital dengan biaya yang efektif dan terukur.
Ketiga, UMKM akan mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas. Keempat, dengan mengadopsi teknologi digital akan membuat pelaku UMKM meningkatkan skill dan pengetahuannya terkait digitalisasi. Kelima, UMKM mudah mengakses pembiayaan. Hal ini tentunya harus didukung juga oleh pemerintah dan lembaga swasta yang memberikan akses pembiayaan yang adil dan berkelanjutan bagi UMKM.
Keenam, untuk mendorong transformasi digital bagi UMKM, perlu ada regulasi atau kebijakan yang mendukungnya, terutama yang bisa menjaga keseimbangan antara UMKM dengan perusahaan besar. Regulasi tersebut bisa mencakup kebijakan yang mengenai insentif perpajakan dan pengakuan Kekayaan Intelektual atau HAKI. (REL/LM-02)
TEKS FOTO
PAPARKAN: B20 Digitalization Deputy Chair sekaligus Direktur Digital Business Telkom, Fajrin Rasyid menyampaikan paparan terkait hasil studi yang dilakukan oleh Telkom dan BCG pada side event B20 Digitalization Task Force, MSMEs Report 2022. ISTIMEWA
