Tak lama berselang, orang nomor dua di Pacitan hadir untuk menemui mahasiswa dengan didampingi, Sekkab Heru Wiwoho Supadi Putro.
“Hidup mahasiswa, hidup Indonesia,” kata Wabup Gagarin awal kali menyapa puluhan mahasiswa di halaman Pendopo.
Di hadapan para mahasiswa, Gagarin mengungkapkan, sejatinya sejak pukul 06.30 WIB, ia sudah berada di kantor untuk menunggu kehadiran para mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasinya.
“Tapi saya tunggu sampai Pukul 8.40 WIB, belum hadir. Sehingga saya lanjutkan kegiatan ke Arjosari. Maaf kalau baru bisa menemui. Saya harap semua bisa memaklumi,” tutur Gagarin.
Ia menjelaskan, kalau saat ini Bupati Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro tengah mengikuti kegiatan orientasi kepemimpinan di Akmil-Magelang, sampai dengan tanggal 28 Februari 2025.
Namun begitu, apa yang disampaikan para mahasiswa tersebut, sambung Gagarin, akan ia sampaikan ke bupati.
“Dari aspirasi yang ada kewenangan pemda, akan saya laporkan ke Pak Bupati,” tegasnya.
Masih di kesempatan yang sama, Gagarin mengungkapkan awalnya ada 9 poin yang disampaikan mahasiswa. Kemudian diringkas menjadi tiga poin.
Dari tiga poin aspirasi tersebut, kata Gagarin, ada yang menjadi kewenangan daerah dan juga kewenangan pusat. Pemda, tentu tidak akan bisa bertentangan dengan regulasi.
“Yang ada kewenangan dari pemda, akan kita diskusikan. Yang kewenangan pusat akan kita tindaklanjuti ke pemerintah pusat.
Semua aspirasi adik-adik semua, akan kami sampaikan ke Pak Bupati setelah beliau selesai mengikuti kegiatan retret,” jelas Gagarin.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Wabup, puluhan mahasiswa akhirnya membubarkan diri dengan tertib dengan pengawalan ketat dari petugas Kepolisian. (Red/yun).
